Apa Itu Fugu: Ikan Paling Berbahaya yang Menjadi Hidangan Mewah Jepang

Apa Itu Fugu: Ikan Paling Berbahaya yang Menjadi Hidangan Mewah Jepang
Image by nukopic

Fugu dikenal sebagai salah satu makanan paling berbahaya di dunia, namun juga menjadi simbol kuliner mewah Jepang. Ikan buntal ini mengandung racun mematikan, tetapi tetap dikonsumsi secara legal dan aman di Jepang berkat regulasi yang sangat ketat. Lalu, apa sebenarnya fugu, bagaimana sejarahnya, dan seperti apa rasanya?


Apa Itu Fugu

Fugu adalah sebutan dalam bahasa Jepang untuk ikan buntal dari keluarga Tetraodontidae. Ikan ini terkenal karena mengandung Tetrodotoxin, racun saraf yang sangat kuat dan bisa mematikan jika tertelan dalam jumlah kecil. Racun tersebut biasanya terdapat pada organ tertentu seperti hati, ovarium, kulit, dan usus.

Meskipun berbahaya, daging fugu sendiri tidak beracun jika diproses dengan benar. Karena tingkat risikonya yang tinggi, fugu dianggap sebagai hidangan eksklusif, dan sering disajikan di restoran khusus di Jepang.


Sejarah Konsumsi Fugu di Jepang

Di Jepang, fugu sudah dikonsumsi sejak ribuan tahun lalu. Bukti arkeologis menunjukkan bahwa masyarakat Jepang kuno telah memakan ikan buntal sejak periode Jōmon (sekitar 14.000 hingga 300 SM). Namun karena banyaknya kasus keracunan, pemerintah Jepang sempat melarang konsumsi fugu pada beberapa periode sejarah.

Larangan ini mulai dilonggarkan pada era Edo dan fugu kembali populer, terutama di wilayah Yamaguchi. Hingga kini, fugu tetap menjadi bagian penting dari tradisi kuliner Jepang, dengan pengawasan ketat dari pemerintah.


Mengapa Fugu Aman Untuk Dimakan

Fugu aman dikonsumsi di Jepang karena sistem lisensi dan pelatihan koki yang sangat ketat. Tidak semua koki boleh mengolah fugu. Untuk mendapatkan lisensi, seorang koki harus menjalani pelatihan selama bertahun-tahun, mempelajari anatomi fugu, lokasi racun, serta teknik pemotongan yang presisi.

Ujian lisensi fugu terkenal sangat sulit, dengan tingkat kelulusan yang rendah. Selain itu, bagian fugu yang beracun dilarang keras untuk disajikan, dan restoran harus mematuhi standar keamanan pangan yang ketat. Inilah alasan mengapa kasus keracunan fugu di restoran resmi Jepang sangat jarang terjadi.


Seperti Apa Rasa Fugu

Rasa fugu dikenal ringan, bersih, dan halus. Tekstur dagingnya kenyal namun lembut, mirip dengan ikan putih premium. Karena rasanya tidak terlalu kuat, fugu sering disajikan dengan saus ponzu, daun bawang, atau parutan lobak untuk menonjolkan kesegarannya. Sebagian orang mengatakan daya tarik fugu bukan hanya pada rasanya, tetapi juga pada pengalaman dan prestise saat menyantapnya.


Cara Menikmati Fugu

Fugu dapat diolah dengan berbagai cara tradisional Jepang, seperti:


1. Fugusashi

 

Fugusashi yaitu sashimi ikan fuguImage by Green Planet World

Fugusashi adalah irisan tipis daging fugu mentah yang disajikan seperti sashimi. Irisannya sangat tipis hingga hampir transparan dan biasanya disusun menyerupai bunga krisan.


2. Fugu no Karaage

Fugu digoreng dengan teknik karaage, menghasilkan tekstur luar yang renyah dan bagian dalam yang lembut. Hidangan ini populer karena rasanya lebih gurih dan mudah dinikmati oleh pemula.


3. Fugu Nabe

Ikan fugu yang dimasak dengan cara nabe

Image by Gyro

Fugunabe adalah hotpot fugu yang dimasak bersama sayuran dalam kaldu ringan. Hidangan ini sering dinikmati saat musim dingin dan dianggap sebagai cara paling hangat untuk menikmati fugu.


Kesimpulan

Fugu adalah ikan buntal beracun yang telah menjadi kuliner ikonik Jepang berkat sejarah panjang, regulasi ketat, dan keahlian koki bersertifikat. Dengan rasa yang halus dan berbagai metode penyajian, fugu bukan hanya tentang makanan, tetapi juga pengalaman budaya yang unik dan penuh kehati-hatian. Jika Anda tertarik menjelajahi dunia kuliner ekstrem Jepang, fugu adalah salah satu hidangan yang paling legendaris.

Published : 05/01/2026
Written By : The Healthy Belly

You Might Like

More Post >
Apa Itu Charcuterie Board: Isi Utama, Cara Menyusunnya dan Cara Menyajikannya
Continue Reading
Mengenal Stinky Tofu: Makanan Fermentasi dengan Aroma Khas dari Asia
Continue Reading
MEET the AUTHOR
The Healthy Belly

Discussion

Top Picks

Apakah 10.000 Langkah Sehari Hanya Mitos? Ini Fakta Ilmiahnya
Continue Reading
Lari vs Jalan Kaki: Mana yang Lebih Efektif untuk Membakar Lemak
Continue Reading
Menancapkan Sumpit Tegak di Makanan: Makna, Pantangan dan Etika yang Perlu Diketahui
Continue Reading
Mengapa Kopi Bisa Terasa Asam atau Pahit? Ini Dia Penyebab Utamanya
Continue Reading