Apa Itu Kebab: Sejarah, Jenis, dan Cara Menikmatinya

Apa Itu Kebab: Sejarah, Jenis, dan Cara Menikmatinya
Image by tolgaildun

Kebab adalah salah satu hidangan daging paling populer di dunia yang berasal dari kawasan Timur Tengah. Kini, kebab telah menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia, dan hadir dalam beragam bentuk serta cita rasa. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu kebab, sejarahnya, jenis-jenis kebab, hingga cara menikmatinya.


Apa Itu Kebab

Kebab adalah hidangan berbahan dasar daging, seperti daging domba, sapi, ayam, atau kambing, yang dibumbui rempah-rempah khas, lalu dimasak dengan cara dipanggang, dibakar, atau diputar di atas api. Kata kebab sendiri berasal dari bahasa Arab “Kabāb”, yang berarti “daging panggang”. Kebab sering disajikan bersama roti pipih seperti pita atau lavash, serta dilengkapi sayuran segar dan saus, seperti yogurt, bawang putih, atau saus pedas.


Sejarah Kebab

Sejarah kebab dapat ditelusuri hingga ribuan tahun lalu di wilayah Timur Tengah, Persia, dan Anatolia (Turki). Pada masa itu, daging dipanggang di atas api terbuka menggunakan pedang atau tusukan logam, yang kemudian berkembang menjadi teknik memasak kebab.

Di Turki Usmani, kebab menjadi bagian penting dari budaya kuliner dan terus berkembang hingga melahirkan berbagai variasi modern seperti Döner kebab. Dari sana, kebab menyebar ke Eropa, Asia, dan akhirnya ke seluruh dunia.


Jenis-Jenis Kebab yang Populer

Beberapa jenis kebab yang paling populer adalah:


1. Döner kebab

Doner kebab dengan irisan daging panggang berlapis, disajikan dalam roti pita bersama selada, tomat, dan saus yogurt.

Image by Fudio

Döner kebab berasal dari Turki dan dibuat dari daging yang disusun bertumpuk lalu dipanggang secara vertikal. Dagingnya diiris tipis dan biasanya disajikan dalam roti pita atau wrap dengan sayuran dan saus.


2. Shish kebab

Shish kebab dengan potongan daging panggang yang ditusuk bersama paprika dan bawang, disajikan hangat dengan aroma rempah khas Timur Tengah.

Image by zi3000

Shish kebab menggunakan potongan daging yang ditusuk dengan tusukan besi atau kayu, lalu dipanggang. Jenis ini sering dikombinasikan dengan paprika, bawang, dan tomat.


3. Adana kebab

Adana kebab berasal dari Turki selatan dan terkenal dengan rasa pedasnya. Daging cincang dibumbui rempah kuat, ditusuk lebar, lalu dibakar di atas arang.


4. Seekh kebab

Populer di India dan Asia Selatan, seekh kebab terbuat dari daging cincang yang dibumbui rempah-rempah seperti jintan, ketumbar, dan garam masala.


5. Kebab Arab (Kebab Timur Tengah)

Biasanya disajikan dengan nasi, hummus, tabbouleh, dan roti pita. Rasanya cenderung gurih dan aromatik.


Apa yang Membuat Kebab Begitu Digemari

Kebab sangat digemari karena:

  • Rasa yang kaya rempah
  • Tekstur daging yang juicy dan empuk
  • Bisa disajikan sebagai makanan cepat saji atau hidangan restoran
  • Mudah disesuaikan dengan selera lokal, termasuk di Indonesia


Kebab di Indonesia

Di Indonesia, kebab mengalami adaptasi unik. Banyak penjual kebab menggunakan tortilla atau kulit kebab tipis, daging sapi atau ayam, serta tambahan saus keju dan mayones. Kebab sering dijadikan makanan praktis dan terjangkau, terutama di pusat perbelanjaan dan kaki lima.


Cara Menikmati Kebab

Kebab bisa dinikmati dengan berbagai cara, antara lain:

  • Dibungkus sebagai wrap
  • Disajikan di atas nasi
  • Dikombinasikan dengan salad segar
  • Dinikmati dengan saus yogurt, sambal, atau saus bawang putih


Kesimpulan

Kebab bukan sekadar makanan daging panggang, melainkan hidangan dengan sejarah panjang dan variasi yang kaya. Dari Timur Tengah hingga Indonesia, kebab terus berkembang dan digemari karena rasanya yang lezat, praktis, dan fleksibel. Tak heran jika kebab menjadi salah satu makanan internasional yang paling mudah ditemukan dan disukai banyak orang.

Published : 07/01/2026
Written By : The Healthy Belly

You Might Like

More Post >
Mengenal Stinky Tofu: Makanan Fermentasi dengan Aroma Khas dari Asia
Continue Reading
Apa Itu Risotto: Hidangan Nasi Khas Italia yang Creamy dan Elegan
Continue Reading
MEET the AUTHOR
The Healthy Belly

Discussion

Top Picks

Apakah 10.000 Langkah Sehari Hanya Mitos? Ini Fakta Ilmiahnya
Continue Reading
Lari vs Jalan Kaki: Mana yang Lebih Efektif untuk Membakar Lemak
Continue Reading
Menancapkan Sumpit Tegak di Makanan: Makna, Pantangan dan Etika yang Perlu Diketahui
Continue Reading
Mengapa Kopi Bisa Terasa Asam atau Pahit? Ini Dia Penyebab Utamanya
Continue Reading