Apa Perbedaan Gulai, Kari dan Opor: Mana Yang Paling Kamu Suka?

Apa Perbedaan Gulai, Kari dan Opor: Mana Yang Paling Kamu Suka?
Image by Jcomp

Hidangan berkuah khas Nusantara memiliki cita rasa yang kaya dan beragam. Tiga yang paling populer adalah gulai, kari, dan opor. Meski sering dianggap mirip karena sama-sama menggunakan santan dan rempah, ketiganya sebenarnya punya karakteristik berbeda. Mengetahui perbedaannya dapat membantu kamu memilih hidangan favorit dan memperkaya wawasan kuliner. Dalam artikel ini, kami akan membahas perbedaan gulai, kari, dan opor dari segi bahan, rasa, warna, hingga penggunaannya dalam masakan.


Apa Itu Gulai

Gulai adalah hidangan berkuah khas Indonesia yang kuat dengan rempah, dan menggunakan santan cukup banyak. Hidangan ini sering ditemukan di Sumatra, Jawa, hingga Kalimantan.

Ciri-ciri gulai:

  • Warna: Kuning pekat hingga kemerahan.
  • Rasa: Gurih, pedas, dan lebih “berani”.
  • Bumbu utama: Kunyit, cabai, serai, ketumbar, jahe, lengkuas, jintan, kayu manis, dan santan kental.
  • Tekstur kuah: Lebih kental karena penggunaan santan melimpah.
  • Contoh hidangan: Gulai ayam, gulai kambing, gulai ikan, gulai daun singkong.

Karena aromanya tajam, gulai sering menjadi menu utama di berbagai rumah makan Padang.


Apa Itu Kari

Kari berasal dari India dan diadaptasi ke dalam kuliner Nusantara. Di Indonesia, kari dikenal dengan sentuhan rempah yang kaya, tetapi tidak selalu pedas seperti versi India.

Ciri-ciri kari:

  • Warna: Kuning, jingga, hingga merah (tergantung campuran rempah).
  • Rasa: Aromatik, sedikit pedas, dan hangat.
  • Bumbu utama: Kunyit, kapulaga, cengkih, kayu manis, ketumbar, jintan, jahe, bawang, dan sering menggunakan curry powder.
  • Tekstur kuah: Bisa kental atau cair, tergantung daerah.
  • Contoh hidangan: Kari ayam, kari kambing, kari ikan, kari sayur.

Di daerah seperti Aceh atau Sumatra Utara, kari memiliki cita rasa yang lebih kuat dibanding versi Jawa.


Apa Itu Opor

Opor adalah hidangan berkuah santan yang lebih ringan dari segi bumbu dan rasa. Opor sangat populer di Jawa, terutama saat Lebaran, dimana opor ayam disajikan bersama ketupat.

Ciri-ciri opor:

  • Warna: Putih kekuningan atau pucat.
  • Rasa: Gurih, creamy, tidak pedas.
  • Bumbu utama: Lengkuas, serai, bawang putih, bawang merah, ketumbar, kemiri, santan — nyaris tanpa cabai.
  • Tekstur kuah: Lebih cair, lembut, dan tidak terlalu berminyak.
  • Contoh hidangan: Opor ayam, opor tahu tempe.

Karena rasanya lebih mild, opor cocok untuk yang tidak suka makanan pedas.


Mana Yang Paling Tepat Untuk Anda

Ketiganya sama-sama lezat dan memiliki tempat istimewa dalam kuliner Indonesia. Variasi bumbu dan cara memasaknya menjadikan gulai, kari, dan opor unik dengan karakter masing-masing.

  • Pilih gulai jika Anda menyukai rasa pedas dan kaya rempah.
  • Pilih kari bila ingin sensasi rempah aromatik yang hangat.
  • Pilih opor jika Anda lebih suka masakan gurih lembut tanpa pedas.


Kesimpulan

Meski sekilas mirip, perbedaan gulai, kari, dan opor terlihat dari bumbu, warna, rasa, serta tekstur kuahnya. Gulai lebih pedas dan pekat, kari lebih aromatik, sementara opor lebih ringan dan creamy. Memahami ketiganya membuat Anda bisa memilih hidangan yang paling cocok dengan selera, maupun menyajikannya dengan benar di rumah. Jika Anda pencinta masakan berkuah berbumbu kaya, ketiga hidangan ini wajib masuk ke daftar favorit Anda!

Published : 21/11/2025
Written By : The Healthy Belly

You Might Like

More Post >
8 Jajanan Tradisional Indonesia Yang Ternyata Gluten Free: Nikmat, Sehat dan Aman untuk Penderita Intoleransi Gluten
Continue Reading
Perbedaan Jjigae, Guk dan Tang dalam Masakan Korea
Continue Reading
MEET the AUTHOR
The Healthy Belly

Discussion

Top Picks

Apakah 10.000 Langkah Sehari Hanya Mitos? Ini Fakta Ilmiahnya
Continue Reading
10 MANFAAT KESEHATAN SARI KACANG HIJAU
Continue Reading
Manfaat Minyak Kayu Putih untuk Kesehatan dan Kehidupan Sehari-hari
Continue Reading
Lari vs Jalan Kaki: Mana yang Lebih Efektif untuk Membakar Lemak
Continue Reading