Doomscrolling: Kebiasaan Menggulir Berita Negatif yang Diam-Diam Merusak Kesehatan Mental

Image by Urupong
Di era digital saat ini, banyak orang tanpa sadar menghabiskan waktu berjam-jam membaca berita atau konten negatif di media sosial. Fenomena ini dikenal sebagai doomscrolling. Kebiasaan ini semakin umum sejak meningkatnya penggunaan smartphone, dan platform digital yang menyajikan informasi tanpa henti. Meskipun terlihat sepele, doomscrolling bisa berdampak serius pada kesehatan mental dan produktivitas seseorang. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pengertian doomscrolling, penyebabnya, dampaknya terhadap kesehatan mental, serta cara efektif untuk mengatasinya.
Apa Itu Doomscrolling
Doomscrolling adalah kebiasaan terus-menerus menggulir layar ponsel atau komputer untuk membaca berita negatif, tragedi, krisis, atau informasi yang menimbulkan kecemasan.
Istilah ini berasal dari dua kata bahasa Inggris, yaitu:
- Doom yang berarti kehancuran atau malapetaka
- Scrolling yang berarti menggulir layar
Dengan kata lain, doomscrolling menggambarkan aktivitas mengonsumsi konten buruk secara berlebihan meskipun hal tersebut membuat kita merasa stres atau cemas. Fenomena ini sering terjadi di berbagai platform digital seperti media sosial, portal berita online, hingga forum diskusi.
Mengapa Doomscrolling Bisa Terjadi
Ada beberapa faktor psikologis dan teknologi yang membuat seseorang mudah terjebak dalam doomscrolling, yaitu:
1. Naluri bertahan hidup manusia
Secara biologis, otak manusia lebih sensitif terhadap informasi negatif. Hal ini dikenal sebagai negativity bias, yaitu kecenderungan otak untuk lebih fokus pada ancaman atau potensi bahaya.
2. Algoritma media sosial
Algoritma media sosial dirancang menggunakan algoritma yang menampilkan konten paling menarik perhatian. Sayangnya, berita kontroversial atau negatif seringkali mendapatkan lebih banyak interaksi.
3. FOMO (Fear of Missing Out)
Banyak orang merasa harus terus mengikuti perkembangan berita agar tidak tertinggal informasi penting.
4. Rasa ingin tahu berlebihan
Ketika membaca berita buruk, kita sering berharap menemukan pembaruan atau solusi, sehingga terus menggulir layar tanpa sadar.
Dampak Doomscrolling Terhadap Kesehatan Mental
Meskipun tampak seperti aktivitas biasa, doomscrolling dapat memberikan efek yang cukup serius jika dilakukan terus-menerus.
1. Meningkatkan kecemasan
Paparan terus-menerus terhadap berita buruk dapat membuat seseorang merasa dunia dipenuhi ancaman.
2. Menyebabkan stres kronis
Membaca konten negatif secara berulang dapat memicu stres berkepanjangan dan membuat pikiran sulit rileks.
3. Mengganggu kualitas tidur
Banyak orang melakukan doomscrolling sebelum tidur, yang dapat membuat otak tetap aktif dan sulit beristirahat.
4. Menurunkan produktivitas
Waktu yang seharusnya digunakan untuk bekerja atau belajar malah habis untuk membaca berita tanpa henti.
Tanda-Tanda Anda Mengalami Doomscrolling
Berikut adalah beberapa tanda seseorang mungkin sudah terjebak dalam kebiasaan doomscrolling:
- Terus membaca berita buruk meskipun sudah merasa cemas
- Menghabiskan waktu lama di media sosial tanpa tujuan jelas
- Merasa sulit berhenti menggulir layar
- Mood menjadi lebih buruk setelah menggunakan media sosial
Jika Anda mengalami beberapa tanda di atas, mungkin sudah saatnya mengatur kembali kebiasaan penggunaan media digital.
Cara Menghentikan Kebiasaan Doomscrolling
Untungnya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi kebiasaan ini.
1. Batasi waktu penggunaan media sosial
Gunakan fitur screen time di smartphone untuk membatasi penggunaan aplikasi tertentu.
2. Kurasi sumber informasi
Ikuti akun atau media yang memberikan informasi edukatif, inspiratif, atau positif.
3. Hindari media sosial sebelum tidur
Cobalah mengganti kebiasaan ini dengan membaca buku atau melakukan relaksasi.
4. Aktif melakukan kegiatan offline
Olahraga, jalan kaki, atau menghabiskan waktu dengan keluarga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada layar.
5. Terapkan digital detox
Luangkan waktu tertentu tanpa menggunakan gadget, misalnya beberapa jam setiap hari atau satu hari penuh setiap minggu.
Kesimpulan
Doomscrolling adalah kebiasaan digital yang semakin umum terjadi di era media sosial. Meskipun terlihat seperti aktivitas sederhana, terlalu sering mengonsumsi berita negatif dapat berdampak buruk pada kesehatan mental, kualitas tidur, dan produktivitas.
Dengan menyadari pola penggunaan media digital dan menerapkan batasan yang sehat, kita dapat tetap mendapatkan informasi penting tanpa harus terjebak dalam lingkaran doomscrolling.