7 Penyebab Darah Keluar Banyak Saat Haid dan Cara Mengatasinya

Image by ArtistGNDphotography
Darah haid keluar banyak atau menstruasi berlebihan sering membuat khawatir. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai Menorrhagia, yaitu ketika perdarahan menstruasi berlangsung lebih dari 7 hari atau volume darah yang keluar jauh lebih banyak dari biasanya. Lalu, apa saja penyebab darah haid keluar banyak? Simak penjelasan lengkap berikut ini.
Apa Itu Menorrhagia
Menorrhagia adalah istilah medis untuk perdarahan menstruasi yang sangat banyak atau berlangsung lama.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
- Mengganti pembalut atau tampon setiap 1-2 jam karena penuh
- Haid lebih dari 7 hari
- Keluar gumpalan darah berukuran besar
- Lemas, pucat, atau gejala anemia akibat kehilangan darah berlebih
Jika kondisi ini terjadi berulang, penting untuk mencari tahu penyebabnya.
Penyebab Darah Haid Keluar Banyak
Berikut adalah beberapa faktor umum yang dapat menyebabkan darah haid keluar lebih banyak dari biasanya:
1. Ketidakseimbangan hormon
Hormon estrogen dan progesteron berperan dalam mengatur siklus menstruasi. Ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan lapisan dinding rahim (endometrium) menebal secara berlebihan, sehingga darah haid yang keluar menjadi lebih banyak. Kondisi ini sering terjadi pada remaja yang baru mulai menstruasi atau wanita menjelang menopause.
2. Miom rahim (Fibroid)
Uterine fibroids, atau miom, adalah tumor jinak yang tumbuh di dinding rahim.
Miom dapat menyebabkan:
- Perdarahan haid sangat banyak
- Nyeri panggul
- Perut terasa penuh atau tertekan
Ukuran dan lokasi miom sangat mempengaruhi gejala yang muncul.
3. Polip rahim
Uterine polyps adalah pertumbuhan jaringan kecil di lapisan dalam rahim. Polip bisa menyebabkan perdarahan tidak teratur dan darah haid lebih banyak dari biasanya.
4. Adenomiosis
Adenomyosis terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh ke dalam otot rahim. Kondisi ini sering menyebabkan haid yang sangat banyak dan nyeri hebat saat menstruasi.
5. Gangguan pembekuan darah
Beberapa wanita memiliki gangguan pembekuan darah, seperti Von Willebrand disease, yang membuat perdarahan lebih sulit berhenti, termasuk saat menstruasi.
6. Penggunaan alat kontrasepsi
Penggunaan IUD non-hormonal (spiral tembaga) dapat meningkatkan jumlah darah haid, terutama pada beberapa bulan pertama pemakaian.
7. Gangguan tiroid
Kelenjar tiroid yang kurang atau terlalu aktif juga dapat mempengaruhi siklus menstruasi dan menyebabkan darah haid keluar banyak.
Kapan Harus ke Dokter
Segera konsultasi dengan Dokter jika mengalami:
- Haid sangat banyak hingga mengganggu aktivitas
- Pusing, lemas, atau tanda anemia
- Perdarahan di luar jadwal menstruasi
- Nyeri hebat yang tidak biasa
Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, USG, atau tes darah untuk mengetahui penyebab pastinya.
Cara Mengatasi Darah Haid Keluar Banyak
Penanganan tergantung pada penyebabnya.
Beberapa pilihan pengobatan meliputi:
- Obat hormonal (pil KB atau terapi progesteron)
- Obat antiinflamasi untuk mengurangi perdarahan
- Pemasangan IUD hormonal
- Tindakan medis seperti kuretase atau operasi pada kasus tertentu
Selain itu, menjaga pola makan sehat dan cukup zat besi penting untuk mencegah anemia.
Kesimpulan
Penyebab darah haid keluar banyak bisa beragam, mulai dari ketidakseimbangan hormon hingga kondisi medis seperti miom atau gangguan pembekuan darah. Jika perdarahan terasa tidak normal atau berlangsung lama, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis. Memahami penyebabnya adalah langkah pertama untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan menjaga kesehatan reproduksi Anda.