Apakah Label “Zero Sugar” pada Makanan Selalu Berarti Tanpa Gula?

Image by Rattankun Thongbun
Label “zero sugar” atau “tanpa gula” sering dianggap sebagai pilihan yang lebih sehat. Banyak orang memilih produk dengan klaim ini untuk menurunkan asupan gula, menjaga berat badan, atau mengontrol kadar gula darah. Namun, apakah zero sugar benar-benar berarti tidak mengandung gula sama sekali? Jawabannya tidak selalu sesederhana itu.
Apa Arti Label “Zero Sugar” Pada Makanan
Secara umum, label “zero sugar” berarti produk tersebut tidak mengandung gula tambahan atau memiliki kadar gula yang sangat rendah. Di banyak negara, termasuk yang mengikuti standar internasional, sebuah produk masih boleh diberi label zero sugar jika kandungan gulanya berada di bawah batas tertentu per sajian, misalnya kurang dari 0,5 gram gula. Artinya, secara teknis produk tersebut bukan 100% bebas gula, tetapi jumlahnya dianggap terlalu kecil untuk memberikan dampak signifikan.
Perbedaan Gula Alami dan Gula Tambahan
Penting untuk memahami bahwa tidak semua gula itu sama.
Gula alami terdapat secara alami dalam bahan makanan seperti buah, susu, dan sayuran (misalnya fruktosa dan laktosa).
Gula tambahan adalah gula yang ditambahkan selama proses produksi, seperti sukrosa, sirup jagung tinggi fruktosa, atau glukosa.
Produk berlabel zero sugar biasanya merujuk pada tidak adanya gula tambahan, tetapi bisa saja tetap mengandung gula alami dari bahan dasarnya.
Mengapa Produk Zero Sugar Tetap Terasa Manis
Jika tidak ada gula, dari mana rasa manisnya berasal? Jawabannya adalah pemanis alternatif. Produk zero sugar sering menggunakan:
- Pemanis buatan seperti aspartam, sukralosa, atau acesulfame-K
- Pemanis alami rendah kalori seperti stevia atau monk fruit
Meskipun tidak dikategorikan sebagai gula, pemanis ini tetap memberikan rasa manis, dan dalam beberapa kasus bisa mempengaruhi persepsi rasa serta kebiasaan konsumsi.
Kandungan Tersembunyi yang Perlu Diwaspadai
Walaupun klaim zero sugar terdengar menarik, bukan berarti produk tersebut otomatis sehat.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:
- Karbohidrat olahan yang dapat dipecah menjadi gula dalam tubuh
- Kalori tetap tinggi dari lemak atau bahan lain
- Indeks glikemik yang masih bisa mempengaruhi gula darah
Oleh karena itu, membaca label nutrisi secara menyeluruh jauh lebih penting daripada hanya mengandalkan klaim di kemasan depan.
Apakah Makanan Zero Sugar Aman untuk Dikonsumsi Setiap Hari
Bagi sebagian orang, terutama pengidap diabetes atau mereka yang ingin mengurangi asupan gula, produk zero sugar bisa menjadi alternatif yang membantu. Namun, mengkonsumsinya secara berlebihan (terutama pemanis buatan), tetap perlu dibatasi. Kunci utamanya adalah keseimbangan dan memahami apa yang sebenarnya dikonsumsi.
Kesimpulan
Jadi, label zero sugar tidak selalu berarti benar-benar tanpa gula.
Produk tersebut mungkin:
- Mengandung gula dalam jumlah sangat kecil
- Mengandung gula alami
- Menggunakan pemanis pengganti
Untuk membuat pilihan yang lebih sehat, selalu cek daftar bahan dan tabel nutrisi, bukan hanya klaim pemasaran. Dengan begitu, kamu bisa lebih bijak dalam memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhan tubuhmu.