10 Makanan Penyebab Sariawan yang Perlu Dibatasi

10 Makanan Penyebab Sariawan yang Perlu Dibatasi
Image by Tharakorn

Sariawan merupakan masalah kesehatan mulut yang cukup umum dialami oleh banyak orang. Kondisi ini ditandai dengan munculnya luka kecil berwarna putih atau kekuningan yang dikelilingi area kemerahan di bagian dalam mulut, seperti lidah, gusi, bibir bagian dalam, dan pipi bagian dalam. Meskipun umumnya tidak berbahaya, sariawan dapat menimbulkan rasa perih dan nyeri, terutama ketika makan, minum, atau berbicara.

Salah satu faktor yang dapat memperburuk sariawan adalah konsumsi makanan tertentu. Beberapa jenis makanan, terutama yang memiliki rasa asam, pedas, atau tekstur keras, dapat mengiritasi jaringan mulut dan membuat luka sariawan terasa semakin sakit. Pada sebagian orang, makanan tertentu juga dapat menjadi pemicu munculnya sariawan berulang.

Lantas, apa saja makanan penyebab sariawan yang perlu diperhatikan? Berikut penjelasan lengkapnya.

 

Apa Hubungan Makanan dengan Sariawan?

Sariawan atau canker sore merupakan luka kecil pada jaringan lunak di dalam mulut. Penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui, tetapi beberapa faktor dapat meningkatkan risiko kemunculannya, seperti cedera pada jaringan mulut, perubahan hormon, stres, faktor genetik, serta kekurangan nutrisi tertentu.

Makanan umumnya bukan satu-satunya penyebab sariawan. Namun, makanan tertentu dapat memicu iritasi, memperburuk luka yang sudah ada, atau menjadi pemicu pada orang yang memiliki sensitivitas terhadap bahan makanan tertentu.

Sebagai contoh, makanan dengan kandungan asam tinggi dapat menimbulkan sensasi perih ketika bersentuhan dengan luka sariawan. Sementara itu, makanan bertekstur keras dapat menyebabkan gesekan yang memperparah iritasi pada jaringan mulut.

Baca juga: Sariawan: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya


Makanan Penyebab Sariawan

Berikut beberapa jenis makanan yang sebaiknya diperhatikan, terutama jika Anda sering mengalami sariawan atau sedang memiliki luka di dalam mulut.


1. Makanan pedas

Sebagai orang Indonesia, makanan pedas bukan lagi hal yang asing. Terkadang, ketika makan sesuatu tanpa sambal, rasanya bahkan ada yang kurang. Namun, bagi mereka yang rentan terhadap sariawan, makanan pedas bisa menjadi penyebab utama. Makanan pedas mengandung senyawa seperti capsaicin, yang dapat merusak lapisan selaput lendir di dalam mulut. Bagi yang sering mengalami sariawan, pertimbangkan untuk mengurangi konsumsi makanan pedas.


2. Makanan asam

Makanan yang tinggi asam, seperti tomat, jeruk dan lemon, dapat mengiritasi jaringan mulut. Asam dalam makanan tersebut bisa merusak lapisan pelindung mulut, yang membuatnya lebih rentan terhadap sariawan. Bagi yang suka makanan asam, pastikan untuk mencuci mulut dengan air setelah makan untuk membantu mengurangi risiko sariawan.


3. Buah-buahan kering

Buah-buahan kering seperti kismis, aprikot kering dan kurma bisa menjadi pemicu sariawan. Buah-buahan tersebut cenderung lengket dan bisa menempel pada gigi atau gusi, menciptakan lingkungan yang cocok untuk pertumbuhan bakteri dan perkembangan sariawan. Penting untuk menjaga kebersihan mulut dan gigi setelah mengkonsumsi buah-buahan kering ini.


4. Kacang-kacangan dan bijian kasar

Makanan seperti kacang-kacangan kasar, bijian atau keripik jagung bisa memiliki tepi yang kasar, yang dapat melukai lapisan dalam mulut. Saat mengkonsumsi makanan tersebut, berhati-hatilah agar tidak melukai area mulut. Hindari mengunyah makanan terlalu cepat atau yang terlalu keras.


5. Gula berlebihan

Makanan tinggi gula seperti permen dan minuman bersoda, dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri dalam mulut. Bakteri tersebut dapat menyebabkan iritasi dan sariawan. Selain itu, gula dapat merusak gigi, yang juga bisa menjadi faktor risiko sariawan. Cobalah untuk membatasi asupan gula untuk menjaga kesehatan mulut.


6. Alkohol dan rokok

Minuman beralkohol dan rokok tidak hanya berbahaya bagi kesehatan tubuh, tetapi juga dapat menyebabkan masalah mulut, termasuk sariawan. Menurut penelitian, minuman beralkohol dapat mengeringkan mulut, yang dapat menyebabkan iritasi dan luka. Sementara rokok mengandung bahan kimia yang merusak jaringan mulut. Jika ingin menghindari sariawan, pertimbangkan untuk mengurangi atau menghentikan konsumsi minuman beralkohol dan merokok.

Baca juga: Dampak Buruk Alkohol Bagi Kesehatan Tubuh


7. Makanan yang terlalu panas atau dingin

Menurut penelitian, makanan atau minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat menyebabkan trauma pada jaringan mulut, yang dapat mengakibatkan sariawan. Selalu pastikan makanan atau minuman ada di suhu yang nyaman sebelum mengkonsumsinya.


8. Makanan yang terlalu asin

Makanan yang tinggi garam seperti sosis, nugget, keripik kentang dan makanan ultra proses lainnya dapat mengiritasi mulut. Menurut penelitian, makanan yang terlalu asin, atau banyak mengandung natrium, dapat menyebabkan mulut menjadi kering hingga menyebabkan peradangan pada lapisan mulut.


9. Permen karet

Permen karet, meskipun nikmat untuk dikunyah, juga bisa menjadi penyebab sariawan. Permen karet mengandung bahan kimia yang dapat merusak lapisan mulut. Bagi yang suka mengunyah permen karet, usahakan untuk memilih yang bebas gula atau mint yang lebih lembut, untuk menjaga kesehatan mulut.


10. Kopi

Minuman berkafein seperti kopi, juga diketahui bisa mengeringkan mulut, yang pada akhirnya dapat memicu sariawan. Selain itu, kopi juga bisa meningkatkan asam lambung, yang dapat mempengaruhi keseimbangan pH dalam mulut. Pastikan untuk minum cukup air setelah mengkonsumsi kopi untuk membantu mengurangi efek negatifnya.


Makanan yang Baik Dikonsumsi Saat Sariawan

Ketika mengalami sariawan, Anda tetap perlu memenuhi kebutuhan nutrisi harian agar proses pemulihan tubuh berjalan optimal. Pilih makanan yang memiliki tekstur lembut, tidak terlalu panas, dan tidak mengandung bahan yang dapat mengiritasi luka.

Berikut beberapa pilihan makanan yang dapat dikonsumsi:

  • Pisang: Memiliki tekstur lembut sehingga mudah dikunyah dan tidak banyak mengiritasi luka di mulut.
  • Yoghurt: Memiliki tekstur lembut dan mengandung protein serta nutrisi lainnya.
  • Telur: Sumber protein, vitamin B12, dan zat besi yang mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi.
  • Bubur: Teksturnya lembut sehingga lebih mudah dikonsumsi ketika mulut terasa sakit.
  • Sup sayur: Menyediakan vitamin dan mineral, terutama jika menggunakan sayuran yang dimasak hingga lunak.
  • Kentang tumbuk: Mudah ditelan dan dapat menjadi sumber karbohidrat.
  • Tahu kukus: Memiliki tekstur lembut serta mengandung protein nabati.

Selain memperhatikan pilihan makanan, pastikan Anda minum air putih yang cukup agar tubuh tidak mengalami dehidrasi.

Baca juga: Buah Pisang: Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatannya

 

Cara Mencegah Sariawan agar Tidak Mudah Kambuh

Selain menghindari makanan yang dapat memicu iritasi, ada beberapa kebiasaan yang dapat membantu mengurangi risiko munculnya sariawan:

 

1. Menjaga kebersihan mulut

Sikat gigi secara teratur menggunakan sikat berbulu lembut. Hindari menyikat gigi terlalu keras karena dapat menyebabkan luka pada jaringan mulut.

 

2. Memenuhi kebutuhan nutrisi

Pastikan Anda mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, terutama vitamin B12, asam folat, zat besi, dan zinc. Kekurangan beberapa nutrisi tersebut dapat berkaitan dengan munculnya sariawan berulang.

 

3. Mengelola stres

Stres dan kelelahan dapat menjadi faktor pemicu sariawan pada sebagian orang. Usahakan memiliki waktu istirahat yang cukup dan lakukan aktivitas yang membantu mengurangi stres.

 

4. Menghindari kebiasaan menggigit bibir atau pipi

Kebiasaan menggigit bagian dalam pipi atau bibir dapat menyebabkan luka pada jaringan mulut yang kemudian berkembang menjadi sariawan.

 

5. Memperhatikan kandungan pasta gigi

Pada sebagian orang, pasta gigi yang mengandung sodium lauryl sulfate (SLS), yaitu bahan pembentuk busa, dapat memperburuk atau berkaitan dengan munculnya sariawan. Jika sering mengalami sariawan, Anda dapat mencoba pasta gigi tanpa SLS.

 

Kapan Sariawan Harus Diperiksakan ke Dokter?

Sebagian besar sariawan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu. Namun, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau dokter gigi apabila mengalami kondisi berikut:

  • Sariawan tidak kunjung sembuh setelah tiga minggu
  • Ukuran luka semakin besar atau jumlahnya semakin banyak
  • Sariawan sering kambuh dalam waktu berdekatan
  • Rasa sakit membuat Anda kesulitan makan dan minum
  • Sariawan disertai demam atau gejala lain yang tidak biasa
  • Luka disertai keluhan pada bagian tubuh lainnya, seperti gangguan pencernaan atau luka pada kulit

Sariawan yang berlangsung lama atau sering kambuh perlu diperiksa untuk mengetahui kemungkinan adanya kekurangan nutrisi, infeksi, atau kondisi kesehatan tertentu.

 

Kesimpulan

Makanan penyebab sariawan umumnya merupakan makanan yang bersifat asam, pedas, asin, panas, atau memiliki tekstur keras yang dapat mengiritasi jaringan mulut. Beberapa contohnya adalah jeruk, nanas, tomat, makanan pedas, keripik, kacang-kacangan, dan cokelat.

Namun, makanan bukan satu-satunya penyebab sariawan. Faktor seperti stres, cedera pada mulut, perubahan hormon, dan kekurangan nutrisi juga dapat berperan.

Untuk membantu mencegah sariawan, biasakan menjaga kebersihan mulut, memenuhi kebutuhan nutrisi, dan mengenali makanan yang menjadi pemicu pribadi. Jika sariawan berlangsung lebih dari tiga minggu atau sering kambuh, sebaiknya lakukan pemeriksaan medis.

 

FAQ Makanan Penyebab Sariawan

Beberapa pertanyaan seputar makanan penyebab sariawan adalah:

Apakah makanan pedas bisa menyebabkan sariawan?

Makanan pedas tidak selalu menyebabkan sariawan secara langsung. Namun, kandungan capsaicin dalam cabai dapat mengiritasi jaringan mulut dan memperparah rasa sakit pada luka sariawan.

Apakah jeruk bisa menyebabkan sariawan?

Jeruk tidak selalu menyebabkan sariawan. Akan tetapi, kandungan asamnya dapat mengiritasi luka yang sudah ada dan menimbulkan rasa perih. Pada sebagian orang, buah sitrus juga dapat menjadi pemicu sariawan berulang.

Apakah kekurangan vitamin C menyebabkan sariawan?

Kekurangan vitamin C berat dapat menyebabkan masalah pada gusi dan proses penyembuhan luka. Namun, sariawan tidak selalu disebabkan oleh kekurangan vitamin C. Kekurangan vitamin B12, folat, dan zat besi juga dapat berkaitan dengan sariawan berulang.

Apakah makan cokelat bisa menyebabkan sariawan?

Pada sebagian orang, cokelat dapat menjadi salah satu pemicu sariawan berulang. Namun, reaksi ini tidak dialami semua orang dan hubungan penyebabnya belum sepenuhnya dipahami.

Berapa lama sariawan biasanya sembuh?

Sebagian besar sariawan ringan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1–2 minggu. Jika luka tidak kunjung sembuh setelah tiga minggu, sebaiknya periksakan ke dokter.

Published : 11/11/2023
Written By : The Healthy Belly

You Might Like

More Post >
5 Jenis Elektrolit dan Pentingnya Bagi Kesehatan Tubuh
Continue Reading
DIET ATKINS - MANFAAT KESEHATANNYA DAN APAKAH DIET INI AMAN UNTUK DIJALANI SEMUA ORANG?
Continue Reading
MEET the AUTHOR
The Healthy Belly

Discussion

Top Picks

10 Makanan Khas Penang yang Wajib Masuk Bucket List
Continue Reading
7 Kuliner Khas Bangkok Thailand yang Wajib Masuk Bucket List
Continue Reading
7 Manfaat Bunga Osmanthus Bagi Kesehatan Yang Luar Biasa
Continue Reading
10 Makanan yang Dianggap Sehat tetapi Justru Berdampak Buruk bagi Tubuh
Continue Reading