Rematik: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Rematik: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Image by solidcolours

Rematik adalah istilah umum yang sering digunakan untuk menggambarkan berbagai penyakit yang menyebabkan nyeri, peradangan, kekakuan, atau pembengkakan pada sendi dan jaringan di sekitarnya. Kondisi ini dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari, terutama ketika penderitanya mengalami kesulitan berjalan, menggenggam benda, atau menggerakkan anggota tubuh.

Banyak orang menganggap rematik hanya terjadi pada orang lanjut usia. Padahal, beberapa penyakit rematik dapat dialami oleh orang dewasa muda, bahkan anak-anak. Gejala dan tingkat keparahannya juga berbeda-beda, tergantung pada jenis penyakit yang mendasarinya.

Lantas, apa penyebab rematik, bagaimana gejalanya, dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut penjelasan lengkapnya.

 

Apa Itu Rematik?

Rematik bukanlah satu penyakit tertentu, melainkan istilah yang mencakup berbagai gangguan pada sendi, otot, tulang, dan jaringan ikat. Sebagian penyakit rematik berkaitan dengan peradangan, sementara yang lain disebabkan oleh kerusakan tulang rawan atau penumpukan kristal di dalam sendi.

Salah satu jenis yang dikenal luas adalah rheumatoid arthritis (artritis reumatoid), yaitu penyakit autoimun ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sendi secara keliru. Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan berkepanjangan dan kerusakan sendi apabila tidak ditangani dengan tepat.

Penting untuk membedakan rematik dengan pegal biasa. Nyeri sendi yang berulang, disertai pembengkakan atau kekakuan berkepanjangan, perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.

 

Penyebab Rematik

Penyebab rematik bergantung pada jenis penyakit yang dialami. Beberapa faktor yang dapat berperan meliputi:

 

1. Gangguan autoimun

Pada penyakit seperti artritis reumatoid dan lupus, sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri. Hal ini dapat memicu peradangan, nyeri, dan pembengkakan sendi.

Baca juga: Penyakit Autoimun: Mengenali Jenis, Gejala dan Cara Mencegahnya

 

2. Kerusakan tulang rawan

Osteoartritis terjadi ketika jaringan pelindung di ujung tulang mengalami perubahan dan kerusakan. Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, tetapi cedera sendi, berat badan berlebih, dan faktor mekanis juga dapat berperan.

Baca juga: Osteoartritis: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

 

3. Penumpukan kristal asam urat

Kadar asam urat yang tinggi dapat menyebabkan terbentuknya kristal di dalam sendi dan memicu serangan gout atau artritis gout. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri mendadak yang sangat kuat, sering kali pada jempol kaki.

Baca juga: Penyakit Asam Urat: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

 

4. Faktor genetik dan lingkungan

Riwayat keluarga, merokok, infeksi tertentu, cedera, serta faktor lingkungan dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit rematik. Namun, faktor risiko berbeda untuk setiap jenis penyakit dan tidak selalu berarti seseorang pasti akan mengalaminya.

 

Gejala Rematik yang Perlu Diwaspadai

Gejala rematik dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa keluhan yang umum meliputi:

  • Nyeri sendi: Rasa sakit pada satu atau beberapa sendi, baik saat bergerak maupun ketika beristirahat
  • Pembengkakan sendi: Sendi tampak membesar, terasa hangat, atau nyeri saat disentuh
  • Kekakuan pada pagi hari: Sendi terasa kaku setelah bangun tidur atau setelah lama tidak bergerak
  • Keterbatasan gerak: Kesulitan menekuk lutut, menggenggam benda, atau melakukan aktivitas sehari-hari
  • Kelelahan: Rasa lelah yang tidak biasa, terutama pada penyakit rematik yang bersifat sistemik
  • Gejala lain: Beberapa penyakit dapat menimbulkan demam, ruam kulit, mata kering, atau keluhan pada organ lain

Kekakuan pagi hari yang berlangsung lama dan mengenai beberapa sendi, terutama kedua tangan atau pergelangan tangan, dapat menjadi petunjuk adanya artritis inflamasi. Namun, gejala saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis.

Segera cari pertolongan medis jika sendi mendadak sangat nyeri, bengkak, terasa panas, dan disertai demam. Kondisi tersebut bisa menandakan infeksi sendi yang membutuhkan penanganan segera.

 

Jenis-Jenis Penyakit Rematik

Ada beberapa kondisi yang sering dikaitkan dengan rematik, antara lain:

 

1. Artritis reumatoid

Artritis reumatoid merupakan penyakit autoimun yang umumnya menyerang sendi secara simetris, misalnya kedua pergelangan tangan atau beberapa sendi jari. Peradangan yang tidak terkendali dapat merusak sendi dan memengaruhi organ lain.

 

2. Osteoartritis

Osteoartritis adalah gangguan sendi yang berkaitan dengan perubahan pada tulang rawan dan jaringan sendi lainnya. Kondisi ini sering memengaruhi lutut, pinggul, tangan, dan tulang belakang.

 

3. Artritis gout

Artritis gout terjadi akibat penumpukan kristal urat di dalam sendi. Serangannya sering muncul secara tiba-tiba dengan nyeri hebat, kemerahan, dan pembengkakan.

 

4. Lupus

Lupus merupakan penyakit autoimun yang dapat memengaruhi berbagai organ, termasuk kulit, ginjal, dan sendi. Nyeri sendi dapat disertai kelelahan, ruam, atau gejala sistemik lainnya.

Baca juga: Mengenal Lupus: Penyakit Autoimun Yang Perlu Diwaspadai

 

5. Spondiloartritis

Spondiloartritis adalah kelompok penyakit peradangan yang dapat menyerang tulang belakang, sendi panggul, dan bagian tubuh lain. Sebagian penderitanya mengalami nyeri punggung yang memburuk setelah beristirahat dan membaik setelah bergerak.

 

Cara Mengatasi Rematik

Cara mengatasi rematik harus disesuaikan dengan penyebabnya. Tidak ada satu obat atau metode yang cocok untuk semua jenis penyakit rematik.

 

1. Konsultasi dengan dokter

Dokter dapat mengevaluasi gejala, memeriksa sendi, serta melakukan tes darah atau pencitraan jika diperlukan. Pemeriksaan ini membantu membedakan artritis reumatoid, osteoartritis, gout, dan kondisi lainnya.

 

2. Gunakan obat sesuai anjuran

Obat antinyeri atau antiradang dapat membantu meredakan keluhan pada kondisi tertentu. Pada artritis reumatoid, dokter dapat meresepkan obat antirematik pemodifikasi penyakit (DMARD) untuk mengendalikan peradangan dan mencegah kerusakan sendi.

Obat penurun asam urat digunakan pada pasien gout tertentu sesuai indikasi. Hindari mengonsumsi obat rematik, steroid, atau obat herbal tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan karena manfaat dan risikonya berbeda-beda.

 

3. Olahraga secara teratur

Olahraga berdampak rendah, seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda, dapat membantu mempertahankan mobilitas dan kekuatan otot. Pilih aktivitas sesuai kemampuan dan kurangi intensitas saat sendi mengalami peradangan berat.

Fisioterapi juga dapat membantu memperbaiki fungsi sendi dan mengajarkan gerakan yang aman.

Baca juga: 6 Olahraga Mudah Untuk Pemula: Tingkatkan Kesehatan dan Kebuguran Tubuh Dari Sekarang

 

4. Jaga berat badan

Berat badan berlebih dapat meningkatkan beban pada sendi penopang tubuh, terutama lutut dan pinggul. Menjaga berat badan yang sehat dapat membantu mengurangi tekanan pada sendi dan memperbaiki kemampuan bergerak.

 

5. Konsumsi makanan bergizi

Pilih makanan yang bervariasi, seperti sayuran, buah, biji-bijian utuh, ikan, kacang-kacangan, dan sumber protein yang sesuai kebutuhan. Pola makan sehat mendukung kesehatan secara keseluruhan, tetapi tidak menggantikan pengobatan penyakit rematik.

Pada penderita gout, pengaturan pola makan dapat membantu mengelola kadar asam urat. Namun, perubahan pola makan saja sering kali tidak cukup untuk mengendalikan penyakit tanpa terapi yang sesuai.

 

6. Istirahat dan gunakan kompres sesuai kebutuhan

Istirahat relatif dapat membantu ketika nyeri sedang kambuh. Kompres dingin dapat meredakan pembengkakan akut, sedangkan kompres hangat dapat membantu mengurangi kekakuan pada sebagian orang. Hindari penggunaan suhu ekstrem secara langsung pada kulit.

 

Makanan yang Baik untuk Penderita Rematik

Tidak ada makanan yang terbukti dapat menyembuhkan semua jenis rematik. Meski demikian, pola makan bergizi seimbang dapat mendukung kesehatan sendi dan membantu mengelola faktor risiko lainnya.

Beberapa pilihan makanan yang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat adalah:

  • Ikan berlemak, seperti salmon dan sarden, yang mengandung asam lemak omega-3.
  • Sayuran dan buah-buahan, sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat.
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian, yang menyediakan protein nabati dan lemak tidak jenuh.
  • Biji-bijian utuh, seperti oat dan beras merah, untuk menambah asupan serat.
  • Air putih, untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan harian.

Bagi penderita gout, konsumsi alkohol, minuman tinggi fruktosa, serta makanan tinggi purin tertentu perlu diperhatikan sesuai kondisi dan anjuran dokter. Tidak semua penderita rematik harus menghindari makanan yang sama.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan keluhan jika nyeri sendi berlangsung berulang, pembengkakan tidak membaik, kekakuan pagi hari berkepanjangan, atau aktivitas sehari-hari mulai terganggu.

Pemeriksaan sejak dini penting terutama pada dugaan artritis reumatoid karena pengobatan yang tepat dapat membantu menekan peradangan dan mengurangi risiko kerusakan sendi permanen.

Jika nyeri sendi disertai demam dan sendi terasa panas atau membengkak secara mendadak, segera cari pertolongan medis.

 

Kesimpulan

Rematik mencakup berbagai penyakit yang dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan kekakuan sendi. Penyebab, gejala, dan pengobatannya bergantung pada jenis penyakit yang mendasarinya.

Jika mengalami nyeri sendi berulang atau kekakuan yang mengganggu aktivitas, jangan hanya mengandalkan obat pereda nyeri atau pengobatan rumahan. Pemeriksaan medis membantu menentukan penyebab dan penanganan yang sesuai, sehingga fungsi sendi dapat dipertahankan dan risiko komplikasi dapat dikurangi.

 

FAQ Rematik

Beberapa pertanyaan umum seputar rematik adalah:

Apa penyebab utama rematik?

Penyebabnya bergantung pada jenis penyakit. Rematik dapat berkaitan dengan gangguan autoimun, kerusakan jaringan sendi, penumpukan kristal asam urat, faktor genetik, dan faktor lingkungan.

Apa saja gejala rematik?

Gejala yang umum meliputi nyeri, pembengkakan, kekakuan sendi, keterbatasan gerak, dan kelelahan. Sebagian penyakit juga dapat menimbulkan gejala di luar sendi.

Apakah rematik hanya menyerang orang lanjut usia?

Tidak. Beberapa jenis rematik dapat terjadi pada usia muda, termasuk artritis reumatoid dan lupus. Osteoartritis memang lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia, tetapi tidak terbatas pada lansia.

Apakah rematik bisa sembuh total?

Hal ini bergantung pada jenisnya. Beberapa kondisi dapat dikendalikan dengan baik, sedangkan penyakit kronis seperti artritis reumatoid biasanya memerlukan pengobatan jangka panjang. Penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi gejala dan mencegah komplikasi.

Apakah rematik boleh dipijat?

Pijatan lembut mungkin membantu sebagian orang, tetapi sebaiknya dihindari pada sendi yang sedang meradang berat, sangat bengkak, atau terasa panas. Konsultasikan dengan dokter atau fisioterapis untuk mengetahui metode yang aman.

Apa perbedaan rematik dan asam urat?

Rematik merupakan istilah luas untuk berbagai penyakit yang memengaruhi sendi dan jaringan terkait. Sementara itu, asam urat atau gout adalah salah satu jenis artritis yang terjadi akibat penumpukan kristal urat di dalam sendi.

Published : 26/11/2023
Written By : The Healthy Belly

You Might Like

More Post >
7 Makanan Untuk Meredakan Batuk Berdahak
Continue Reading
Hepatitis: Jenis, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya
Continue Reading
MEET the AUTHOR
The Healthy Belly

Discussion

Top Picks

Jambu Air: Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatannya
Continue Reading
Plasenta Akreta: Penyebab, Gejala, dan Penanganan
Continue Reading
Ruam Popok Pada Bayi: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi, dan Pencegahannya
Continue Reading
Virus Respiratory Syncytial (RSV): Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya
Continue Reading