Otitis Media: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Otitis Media: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya
Image by KatarzynaBialasiewicz

Apa Itu Otitis Media?

Otitis media adalah peradangan atau infeksi pada telinga tengah, yaitu ruang di belakang gendang telinga yang berisi tulang-tulang pendengaran. Kondisi ini dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa, tetapi lebih sering dialami oleh bayi dan anak-anak.

Infeksi telinga tengah sering muncul setelah seseorang mengalami pilek, flu, atau infeksi saluran pernapasan atas. Kondisi tersebut dapat menyebabkan saluran Eustachius, yaitu saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang hidung dan tenggorokan, mengalami pembengkakan. Akibatnya, cairan dapat menumpuk di telinga tengah dan memicu peradangan atau infeksi.

Otitis media umumnya dapat ditangani dengan baik. Namun, diagnosis dan pengobatan yang tepat tetap diperlukan untuk mengurangi rasa sakit serta mencegah komplikasi.

 

Jenis-Jenis Otitis Media

Otitis media memiliki beberapa jenis berdasarkan durasi dan karakteristik peradangannya, yaitu:

 

1. Otitis media akut

Otitis media akut atau acute otitis media (AOM) adalah infeksi telinga tengah yang muncul secara tiba-tiba. Gejalanya dapat berupa sakit telinga, demam, telinga terasa penuh, dan gangguan pendengaran sementara. Kondisi ini sering terjadi setelah pilek atau infeksi saluran pernapasan atas. Sebagian kasus dapat membaik dengan sendirinya, tetapi beberapa pasien memerlukan antibiotik sesuai hasil pemeriksaan dokter.

 

2. Otitis media dengan efusi

Otitis media dengan efusi atau otitis media with effusion (OME) terjadi ketika cairan menumpuk di telinga tengah tanpa tanda infeksi akut yang jelas. Penderitanya mungkin tidak mengalami demam atau sakit telinga yang berat. Namun, cairan yang menetap dapat menyebabkan pendengaran berkurang sementara. Pada anak-anak, gangguan pendengaran yang berlangsung lama berpotensi memengaruhi perkembangan bicara dan bahasa.

 

3. Otitis media supuratif kronis

Otitis media supuratif kronis adalah kondisi ketika infeksi dan peradangan telinga tengah berlangsung lama, sering kali disertai keluarnya cairan dari telinga melalui lubang pada gendang telinga. Kondisi ini memerlukan pemeriksaan dokter THT karena dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan komplikasi apabila tidak ditangani dengan tepat.

 

Gejala Otitis Media

Gejala otitis media dapat berbeda pada setiap orang, bergantung pada usia, tingkat keparahan, dan jenis infeksi.

Gejala yang umum meliputi:

  • Sakit telinga atau nyeri di dalam telinga
  • Demam
  • Telinga terasa penuh atau tertekan
  • Pendengaran berkurang atau terdengar teredam
  • Keluar cairan dari telinga
  • Mudah marah atau rewel, terutama pada bayi dan anak-anak
  • Gangguan tidur
  • Nafsu makan menurun
  • Kehilangan keseimbangan pada sebagian penderita

Gejala otitis media pada bayi dan anak

Bayi belum dapat menjelaskan rasa sakit yang dialaminya. Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan tanda-tanda seperti sering menarik atau menggosok telinga, menangis lebih sering, sulit tidur, menolak menyusu, dan menjadi lebih rewel dari biasanya. Meski demikian, menarik telinga tidak selalu menandakan infeksi. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan tersebut.

 

Penyebab Otitis Media

Penyebab utama otitis media adalah infeksi virus atau bakteri yang memengaruhi telinga tengah. Infeksi sering berkaitan dengan gangguan pada saluran Eustachius.

Beberapa kondisi yang dapat memicu otitis media antara lain:

 

1. Infeksi saluran pernapasan atas

Pilek, flu, dan infeksi saluran pernapasan atas dapat menyebabkan pembengkakan di sekitar saluran Eustachius. Ketika saluran ini tidak dapat berfungsi dengan baik, cairan lebih mudah menumpuk di telinga tengah.

 

2. Infeksi bakteri atau virus

Bakteri seperti Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae dapat menyebabkan otitis media. Virus pernapasan juga dapat memicu peradangan atau berkontribusi terhadap terjadinya infeksi.

 

3. Gangguan fungsi saluran eustachius

Saluran Eustachius berfungsi menyeimbangkan tekanan udara dan membantu mengalirkan cairan dari telinga tengah. Jika saluran tersumbat atau tidak berfungsi dengan baik, risiko penumpukan cairan akan meningkat.

 

Faktor Risiko Otitis Media

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko otitis media meliputi:

  • Usia anak: Bayi dan anak kecil memiliki saluran Eustachius yang lebih pendek dan lebih mudah mengalami gangguan
  • Paparan asap rokok: Asap rokok dapat meningkatkan risiko infeksi telinga pada anak
  • Sering mengalami pilek: Infeksi saluran pernapasan berulang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya otitis media
  • Paparan lingkungan ramai anak: Anak yang mengikuti penitipan anak berkelompok dapat lebih sering terpapar infeksi pernapasan
  • Riwayat keluarga: Kecenderungan mengalami infeksi telinga dapat dipengaruhi faktor keluarga
  • Tidak mendapatkan ASI: Pada bayi, pemberian ASI memiliki manfaat perlindungan terhadap sejumlah infeksi, termasuk infeksi telinga

 

Cara Mendiagnosis Otitis Media

Dokter biasanya mendiagnosis otitis media dengan menanyakan gejala dan memeriksa kondisi telinga menggunakan otoskop. Pemeriksaan ini membantu melihat gendang telinga, termasuk apakah terdapat tanda peradangan, penonjolan, atau cairan di telinga tengah.

Dalam kondisi tertentu, dokter dapat melakukan pemeriksaan tambahan, seperti:

  • Timpanometri: Mengukur pergerakan gendang telinga dan membantu mendeteksi cairan di telinga tengah
  • Tes pendengaran: Dilakukan jika terdapat dugaan gangguan pendengaran atau cairan yang menetap
  • Pemeriksaan dokter THT: Dipertimbangkan pada kasus berulang, kronis, atau disertai komplikasi

Diagnosis yang tepat penting karena tidak semua sakit telinga disebabkan oleh otitis media. Infeksi telinga luar dan kondisi lain dapat menimbulkan gejala serupa.

 

Pengobatan Otitis Media

Pengobatan otitis media bergantung pada usia pasien, tingkat keparahan gejala, dan hasil pemeriksaan dokter.

 

1. Pereda nyeri

Obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen dapat digunakan untuk membantu mengurangi sakit telinga dan demam jika sesuai dengan usia serta kondisi kesehatan pasien. Ikuti petunjuk dosis pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan. Ibuprofen memiliki batasan penggunaan pada kondisi tertentu. Untuk bayi, terutama yang masih sangat muda, konsultasikan penggunaan obat dengan dokter. Jangan memberikan aspirin kepada anak tanpa indikasi khusus dari dokter.

 

2. Antibiotik

Tidak semua kasus otitis media membutuhkan antibiotik. Sebagian infeksi akut dapat membaik tanpa antibiotik, sehingga dokter mungkin menyarankan pemantauan terlebih dahulu pada kasus tertentu. Antibiotik dapat diresepkan apabila infeksi diperkirakan disebabkan bakteri dan terdapat indikasi medis, misalnya gejala berat atau risiko komplikasi yang lebih tinggi. Gunakan antibiotik sesuai resep dan jangan menggunakan sisa antibiotik tanpa pemeriksaan.

 

3. Pemantauan cairan di telinga tengah

Pada otitis media dengan efusi, cairan dapat menghilang secara bertahap tanpa pengobatan khusus. Jika cairan menetap dan menyebabkan gangguan pendengaran, dokter dapat merekomendasikan pemantauan, tes pendengaran, atau tindakan tertentu sesuai kebutuhan.

 

4. Tindakan medis oleh Dokter THT

Pada kasus berulang atau kronis, dokter THT dapat mempertimbangkan tindakan seperti pemasangan tabung ventilasi telinga atau penanganan gendang telinga yang mengalami perforasi. Pilihan tindakan ditentukan berdasarkan kondisi pasien. Hindari memasukkan minyak, cotton bud, atau obat tetes telinga sembarangan. Sebagian obat tetes tidak aman digunakan apabila gendang telinga berlubang.

 

Cara Mencegah Otitis Media

Meskipun tidak semua kasus dapat dicegah, beberapa langkah berikut dapat membantu menurunkan risikonya:

  • Hindari paparan asap rokok di rumah maupun kendaraan
  • Biasakan mencuci tangan untuk mengurangi penyebaran virus dan bakteri
  • Pastikan anak memperoleh vaksinasi sesuai jadwal, termasuk vaksin yang direkomendasikan untuk mencegah infeksi saluran pernapasan tertentu
  • Berikan ASI jika memungkinkan, sesuai kebutuhan dan kondisi ibu serta bayi
  • Hindari memberikan susu botol kepada bayi sambil berbaring telentang
  • Segera konsultasikan infeksi telinga yang berulang atau gangguan pendengaran
  • Jangan memasukkan benda ke dalam liang telinga untuk membersihkannya

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri atau anak ke dokter jika sakit telinga disertai demam tinggi, nyeri berat, keluarnya cairan atau nanah dari telinga, atau gejala yang tidak membaik dalam 2-3 hari.

Cari pertolongan medis segera jika muncul pembengkakan atau kemerahan di belakang telinga, telinga tampak terdorong ke depan, sakit kepala berat, leher kaku, penurunan kesadaran, atau kelemahan pada wajah.

Bayi berusia di bawah tiga bulan yang mengalami suhu tubuh 38°C atau lebih harus segera mendapat evaluasi medis. Jangan menunggu gejala lain muncul.

 

Kesimpulan

Otitis media adalah peradangan atau infeksi pada telinga tengah yang sering terjadi setelah pilek atau infeksi saluran pernapasan atas. Gejalanya meliputi sakit telinga, demam, telinga terasa penuh, dan pendengaran yang berkurang.

Sebagian kasus dapat membaik dengan pemantauan dan pengendalian nyeri, sedangkan kasus tertentu memerlukan antibiotik atau tindakan medis. Pemeriksaan dokter penting untuk memastikan diagnosis, terutama pada bayi, anak-anak, dan penderita dengan gejala berat atau infeksi berulang.

 

FAQ Otitis Media

Beberapa pertanyaan umum seputar otitis media adalah:

Apakah otitis media berbahaya?

Sebagian besar kasus otitis media dapat membaik dengan penanganan yang tepat. Namun, infeksi yang berat atau tidak tertangani dapat menyebabkan komplikasi, seperti gangguan pendengaran, perforasi gendang telinga, atau penyebaran infeksi ke jaringan di sekitarnya.

Apakah otitis media bisa sembuh sendiri?

Ya, sebagian kasus otitis media akut dapat membaik dengan sendirinya. Dokter dapat menyarankan pemantauan dan pereda nyeri jika kondisi pasien memungkinkan. Namun, gejala berat, tanda komplikasi, atau keluhan yang menetap memerlukan pemeriksaan medis.

Apakah otitis media menular?

Otitis media itu sendiri tidak menular secara langsung. Namun, virus atau bakteri penyebab infeksi saluran pernapasan yang dapat memicu otitis media bisa menyebar dari satu orang ke orang lain.

Apa perbedaan otitis media dan otitis eksterna?

Otitis media adalah peradangan atau infeksi pada telinga tengah, di belakang gendang telinga. Sementara itu, otitis eksterna merupakan peradangan pada liang telinga bagian luar. Otitis eksterna sering menimbulkan nyeri saat telinga luar disentuh atau ditarik.

Berapa lama otitis media sembuh?

Gejala otitis media akut sering mulai membaik dalam beberapa hari, meskipun rasa tidak nyaman dapat bertahan lebih lama. Cairan di telinga tengah dapat menetap selama beberapa minggu atau lebih setelah infeksi mereda. Pemeriksaan lanjutan diperlukan jika pendengaran tetap berkurang atau gejala tidak membaik.

Apakah otitis media dapat menyebabkan gangguan pendengaran?

Ya. Cairan yang menumpuk di telinga tengah dapat menyebabkan gangguan pendengaran sementara. Jika gangguan tersebut berlangsung lama, terutama pada anak, pemeriksaan pendengaran dan evaluasi dokter diperlukan untuk mencegah dampak terhadap perkembangan bicara dan bahasa.

Apakah otitis media harus diobati dengan antibiotik?

Tidak selalu. Antibiotik hanya diperlukan pada kasus tertentu berdasarkan usia, tingkat keparahan, hasil pemeriksaan, dan pertimbangan dokter. Antibiotik tidak efektif untuk mengatasi infeksi yang disebabkan virus.

Published : 06/12/2023
Written By : The Healthy Belly

You Might Like

More Post >
Meningitis Pada Bayi: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan
Continue Reading
ASI vs Susu Formula: Mana Yang Lebih Baik untuk Bayi?
Continue Reading
MEET the AUTHOR
The Healthy Belly

Discussion

Top Picks

Bahaya Asap Karhutla Bagi Kesehatan dan Cara Melindungi Diri
Continue Reading
Keputihan: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya Secara Alami
Continue Reading
Perbedaan Sakit Maag dan GERD: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Continue Reading
Apa Itu Konstipasi (Sembelit): Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Continue Reading