Kenapa Daging Kurban Cenderung Lebih Alot: Ini Dia Penyebabnya dan Cara Mengolahnya agar Empuk

Kenapa Daging Kurban Cenderung Lebih Alot: Ini Dia Penyebabnya dan Cara Mengolahnya agar Empuk
Image by Addictive Stock

Saat Idul Adha tiba, banyak orang menyadari bahwa daging kurban sering terasa lebih alot dibandingkan daging yang dibeli di pasar atau supermarket. Hal ini membuat sebagian orang bertanya-tanya, kenapa daging kurban cenderung lebih alot dan sulit diolah menjadi empuk?

Sebenarnya, tekstur daging kurban yang lebih keras merupakan hal yang cukup umum. Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, mulai dari usia hewan, proses pemotongan, hingga cara penyimpanan daging setelah disembelih. Kabar baiknya, kondisi ini bisa diatasi dengan teknik pengolahan yang tepat.


Penyebab Daging Kurban Cenderung Lebih Alot

Berikut adalah beberapa alasan mengapa daging kurban sering terasa lebih keras atau alot:


1. Hewan kurban umumnya berusia lebih dewasa

Salah satu penyebab utama adalah usia hewan kurban. Sapi atau kambing untuk kurban biasanya sudah cukup umur sesuai syariat, sehingga jaringan otot dan serat dagingnya lebih padat dibandingkan hewan yang lebih muda.

Semakin tua usia hewan, kandungan kolagen pada otot biasanya semakin tinggi. Kolagen inilah yang membuat tekstur daging menjadi lebih kenyal dan terasa alot jika tidak dimasak dengan benar.


2. Daging baru dipotong dan belum melewati proses “Resting”

Berbeda dengan daging di supermarket yang biasanya sudah melalui proses penyimpanan tertentu, daging kurban umumnya langsung dibagikan setelah penyembelihan.

Padahal, daging segar yang baru dipotong sering kali masih berada dalam fase otot menegang atau rigor mortis. Pada kondisi ini, tekstur daging cenderung lebih keras.

Oleh karena itu, banyak orang menyarankan untuk tidak langsung memasak daging kurban, alih-alih menyimpannya di kulkas selama beberapa jam atau semalaman terlebih dahulu. Menyimpannya selama beberapa jam atau semalaman membuat tekstur daging lebih rileks dan empuk saat dimasak.


3. Banyak bagian daging mengandung otot aktif

Tidak semua bagian daging memiliki tekstur yang sama. Bagian tubuh hewan yang sering digunakan bergerak, seperti paha atau bahu, biasanya memiliki serat otot yang lebih kuat.

Akibatnya, potongan daging tertentu lebih cocok diolah dengan metode masak lama seperti semur, rendang, atau gulai agar seratnya melunak.

Sebaliknya, jika langsung dibakar atau digoreng tanpa teknik yang tepat, daging bisa terasa keras saat dikunyah.


4. Cara penyimpanan yang kurang tepat

Kesalahan penyimpanan juga bisa mempengaruhi tekstur daging kurban. Misalnya, langsung memasukkan daging dalam jumlah besar ke freezer tanpa dibagi per porsi atau menyimpannya dalam kondisi terlalu padat. Selain itu, mencuci daging sebelum disimpan juga dapat membuat kualitas daging menurun karena meningkatkan kadar air dan risiko kontaminasi.


Cara Mengolah Daging Kurban Agar Tidak Alot

Meski teksturnya cenderung lebih keras, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar daging kurban menjadi lebih empuk saat dimasak:


1. Jangan langsung dimasak

Sebaiknya, diamkan daging di chiller kulkas selama beberapa jam atau semalaman sebelum diolah. Proses ini membantu serat otot menjadi lebih rileks sehingga hasil masakan lebih empuk.


2. Gunakan teknik memasak perlahan

Metode memasak seperti merebus perlahan (slow cooking), semur, rendang, atau gulai sangat cocok untuk daging kurban. Panas rendah dalam waktu lama membantu memecah kolagen menjadi gelatin, sehingga tekstur daging jadi lebih lembut.


3. Potong melawan arah serat

Saat memotong daging, perhatikan arah seratnya. Potong melintang atau melawan arah serat agar hasil akhir lebih mudah dikunyah. Cara sederhana ini sering diabaikan, padahal cukup efektif membuat daging terasa lebih empuk.


4. Gunakan bahan pengempuk alami

Beberapa bahan alami dipercaya membantu mengempukkan daging, seperti nanas, pepaya, atau jahe. Namun, penggunaannya perlu diperhatikan. Terlalu lama merendam daging dengan nanas atau pepaya justru bisa membuat teksturnya terlalu lembek.


Apakah Daging Kurban Yang Alot Berarti Tidak Bagus

Tidak selalu. Daging kurban yang lebih alot bukan berarti kualitasnya buruk atau tidak layak dikonsumsi. Tekstur tersebut seringkali berkaitan dengan usia hewan, bagian tubuh, serta kondisi daging yang masih sangat segar. Dengan penyimpanan dan pengolahan yang tepat, daging kurban tetap bisa menjadi hidangan lezat dan empuk untuk keluarga.


FAQ Seputar Daging Kurban

Beberapa pertanyaan umum mengenai daging kurban adalah:

Apakah daging kurban boleh langsung dimasak?

Boleh, tetapi hasilnya sering lebih alot karena daging masih dalam fase otot menegang. Sebaiknya simpan terlebih dahulu di kulkas beberapa jam.

Kenapa daging kambing kurban lebih keras?

Daging kambing dewasa biasanya memiliki serat otot yang lebih padat, terutama jika berasal dari bagian tubuh yang aktif bergerak.

Apakah daging kurban perlu dicuci?

Tidak disarankan dicuci sebelum disimpan karena dapat meningkatkan risiko bakteri dan mempengaruhi kualitas daging.

Bagaimana cara cepat mengempukkan daging kurban?

Gunakan metode memasak lama dengan api kecil, atau manfaatkan bahan pengempuk alami seperti pepaya dan nanas secukupnya.


Kesimpulan

Kenapa daging kurban cenderung lebih alot? Penyebabnya bisa berasal dari usia hewan, kondisi daging yang masih sangat segar, jenis potongan daging, hingga cara penyimpanan. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena tekstur alot bisa diatasi dengan teknik memasak yang tepat.

Mulai dari menyimpan daging terlebih dahulu di kulkas, memasak perlahan, hingga memotong melawan arah serat dapat membantu menghasilkan olahan daging kurban yang lebih empuk dan nikmat.

Published : 29/05/2026
Written By : The Healthy Belly

You Might Like

More Post >
8 Tips Memasak Ikan Air Laut Agar Tidak Bau Amis
Continue Reading
7 Tips Memasak Cumi Agar Tidak Alot
Continue Reading
MEET the AUTHOR
The Healthy Belly

Discussion

Top Picks

Benjolan di Paha: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Continue Reading
Tangan Bengkak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Continue Reading
Penyebab Hidung Tersumbat dan Cara Mengatasinya Dengan Tepat
Continue Reading
Penyebab Tumbuhnya Jerawat di Bibir dan Cara Mengatasinya Dengan Tepat
Continue Reading