KISAH TRAGIS DIBALIK ASAL MUASAL HARI MAKAN BAKCANG DAN MENGAPA HARI INI SELALU DIRAYAKAN SETIAP TAHUN HINGGA SEKARANG

KISAH TRAGIS DIBALIK ASAL MUASAL HARI MAKAN BAKCANG DAN MENGAPA HARI INI SELALU DIRAYAKAN SETIAP TAHUN HINGGA SEKARANG
Image by insjoy

Hari Makan Bakcang (Peh Cun), atau yang dikenal juga sebagai Festival Duanwu dan Dragon Boat Festival, merupakan salah satu perayaan tradisional penting dalam budaya Tionghoa. Setiap tahunnya, festival ini dirayakan pada tanggal 5 bulan ke-5 dalam kalender lunar Tiongkok. Selain identik dengan makanan khas berupa bakcang, perayaan ini juga memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan kisah patriotisme, pengorbanan, dan penghormatan kepada leluhur.

Lalu, bagaimana sebenarnya sejarah Hari Makan Bakcang dan mengapa masyarakat Tionghoa memperingatinya setiap tahun?

 

Apa Itu Hari Makan Bakcang

Hari Makan Bakcang (Peh Cun) adalah sebutan populer untuk Festival Duanwu atau Dragon Boat Festival. Dalam bahasa Mandarin, festival ini disebut "Duanwu Jie" (端午节).

Perayaan ini biasanya jatuh pada bulan Mei atau Juni dalam kalender Masehi. Selain menikmati bakcang, masyarakat juga mengadakan berbagai kegiatan tradisional seperti lomba perahu naga, doa bersama, dan ritual penolak bala.

Festival Duanwu telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO sejak tahun 2009, menunjukkan pentingnya tradisi ini dalam budaya Tiongkok, dan komunitas Tionghoa di seluruh dunia.

 

Sejarah Hari Makan Bakcang dan Kisah Qu Yuan

Asal usul Hari Makan Bakcang paling sering dikaitkan dengan tokoh bernama Qu Yuan, seorang penyair dan pejabat kerajaan Chu pada masa Negara-Negara Berperang sekitar abad ke-3 sebelum Masehi.

Qu Yuan Sang Patriot

Qu Yuan dikenal sebagai pejabat yang setia kepada negaranya. Ia sering memberikan nasihat kepada raja agar menjaga stabilitas negara dan menghindari korupsi. Namun, karena fitnah dari pihak-pihak yang tidak menyukainya, Qu Yuan akhirnya diasingkan dari kerajaan.

Saat dalam pengasingan, ia menulis banyak puisi yang menggambarkan kecintaannya terhadap tanah air serta kesedihannya melihat kondisi negaranya yang semakin terpuruk.

Pengorbanan di Sungai Miluo

Ketika Kerajaan Chu akhirnya ditaklukkan oleh musuh, Qu Yuan merasa sangat kecewa dan putus asa. Sebagai bentuk protes dan kesetiaan kepada negaranya, ia menjatuhkan diri ke Sungai Miluo pada tanggal 5 bulan ke-5 kalender lunar.

Masyarakat yang mencintainya berusaha mencari jasad Qu Yuan dengan mendayung perahu di sungai. Mereka juga melemparkan nasi yang dibungkus daun ke dalam air agar ikan tidak memakan tubuh sang patriot.

Tradisi inilah yang dipercaya menjadi cikal bakal lomba perahu naga dan kebiasaan makan bakcang yang masih berlangsung hingga sekarang.

 

Mengapa Bakcang Menjadi Simbol Festival Duanwu

Bakcang adalah makanan yang terbuat dari beras ketan yang dibungkus daun bambu atau daun lainnya, kemudian diisi dengan berbagai bahan seperti daging, kacang, jamur, atau telur asin.

Menurut legenda, masyarakat melemparkan bungkusan nasi ke sungai untuk menghormati Qu Yuan dan melindungi jasadnya dari ikan. Seiring berjalannya waktu, tradisi tersebut berkembang menjadi hidangan khas yang disantap bersama keluarga saat Festival Duanwu.

Kini, bakcang memiliki banyak variasi rasa, baik yang gurih maupun manis, tergantung daerah dan budaya setempat.

 

Tradisi yang Dilakukan Saat Hari Makan Bakcang

Selain menikmati bakcang, ada sejumlah tradisi yang masih dilakukan hingga saat ini:

1. Lomba Perahu Naga

Image by Aaron Chen PS2

Lomba perahu naga merupakan salah satu ikon Festival Duanwu. Perahu panjang yang dihias menyerupai naga didayung secara serempak oleh puluhan peserta. Tradisi ini dipercaya berasal dari upaya masyarakat mencari Qu Yuan di Sungai Miluo.

2. Menggantung tanaman herbal

Di beberapa daerah, masyarakat menggantung tanaman seperti daun mugwort dan calamus di depan rumah. Tradisi ini dipercaya dapat mengusir energi negatif dan menjaga kesehatan keluarga.

3. Mengenakan kantong wewangian

Anak-anak sering mengenakan kantong kecil berisi rempah-rempah atau wewangian alami yang dipercaya dapat melindungi tubuh dari penyakit.

 

Perayaan Hari Makan Bakcang di Indonesia

Di Indonesia, Hari Makan Bakcang masih dirayakan oleh sebagian masyarakat keturunan Tionghoa. Perayaan biasanya dilakukan dengan membuat atau membeli bakcang, berkumpul bersama keluarga, dan mengenang nilai-nilai yang terkandung dalam kisah Qu Yuan.

Di beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, dan Semarang, festival budaya terkait Duanwu juga kerap diselenggarakan untuk memperkenalkan tradisi ini kepada masyarakat luas. Lomba perahu naga masih diselenggarakan di berbagai kota setiap tahun, dari Palembang, Yogyakarta, Jakarta, hingga Tangerang.

 

Makna Hari Makan Bakcang di Era Modern

Keluarga dan teman sedang menikmati zongzi bakcang peh cun

Image by Edwin Tan

Meskipun berasal dari legenda kuno, nilai-nilai yang terkandung dalam Hari Makan Bakcang tetap relevan hingga saat ini.

Kisah Qu Yuan mengajarkan tentang:

  • Kesetiaan kepada bangsa dan negara
  • Kejujuran dalam menjalankan tugas
  • Keberanian mempertahankan prinsip
  • Pentingnya menjaga tradisi dan budaya

Oleh karena itu, Festival Duanwu tidak hanya menjadi momen kuliner, tetapi juga sarana untuk mengenang sejarah dan nilai moral yang diwariskan dari generasi ke generasi.


FAQ Seputar Sejarah Hari Makan Bakcang

Beberapa pertanyaan umum seputar sejarah hari makan bakcang adalah:

Apa itu Hari Makan Bakcang?

Hari Makan Bakcang adalah perayaan Festival Duanwu atau Dragon Boat Festival yang dirayakan setiap tanggal 5 bulan ke-5 kalender lunar Tiongkok.

Siapa tokoh yang menjadi asal usul Hari Makan Bakcang?

Festival ini paling sering dikaitkan dengan Qu Yuan, seorang penyair dan pejabat Kerajaan Chu yang hidup pada abad ke-3 SM.

Mengapa orang makan bakcang saat Festival Duanwu?

Tradisi ini berasal dari kebiasaan masyarakat yang melemparkan nasi bungkus ke sungai untuk menghormati Qu Yuan dan melindungi jasadnya dari ikan.

Apa hubungan bakcang dengan lomba perahu naga?

Lomba perahu naga dipercaya berasal dari usaha masyarakat mencari Qu Yuan di Sungai Miluo setelah ia mengakhiri hidupnya.

Kapan hari makan bakcang dirayakan?

Festival Duanwu dirayakan setiap tanggal 5 bulan ke-5 kalender lunar Tiongkok, yang biasanya jatuh pada bulan Mei atau Juni dalam kalender Masehi.

Published : 31/05/2022
Written By : The Healthy Belly

You Might Like

More Post >
KOPI INDONESIA YANG BERHASIL MENDUNIA
Continue Reading
9 JENIS JAMU DAN MANFAAT KESEHATANNYA
Continue Reading
MEET the AUTHOR
The Healthy Belly

Discussion

Top Picks

Apa Itu El Nino: Pengertian, Penyebab, Dampak di Indonesia, dan Cara Menghadapinya
Continue Reading
Kenapa Orang Makin Tua Makin Susah Tidur: Ini Dia Penjelasan Ilmiahnya
Continue Reading
Doomscrolling: Kebiasaan Menggulir Berita Negatif yang Diam-Diam Merusak Kesehatan Mental
Continue Reading
Perbedaan Jjigae, Guk dan Tang dalam Masakan Korea
Continue Reading