6 Jenis Bakcang dan Bahan yang Digunakan untuk Membuatnya

6 Jenis Bakcang dan Bahan yang Digunakan untuk Membuatnya
Image by Edwin Tan

Bakcang atau peh cun, merupakan makanan tradisional Tionghoa yang identik dengan perayaan Hari Bakcang, atau Festival Duanwu dan Dragon Boat Festival. Hidangan ini terbuat dari beras ketan yang dibungkus daun bambu dan dikukus atau direbus hingga matang. Meski sekilas terlihat serupa, ternyata bakcang memiliki banyak variasi yang berkembang di berbagai daerah Tiongkok dan Asia Tenggara. Setiap jenis bakcang memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari bahan isian, cara memasak, hingga cita rasanya.


Jenis-Jenis Bakcang

Berikut adalah beberapa jenis bakcang yang paling populer, serta bahan-bahan yang digunakan untuk membuatnya:


1. Bakcang ala Hokkien

Salah satu bakcang yang paling umum ditemukan di Indonesia adalah bakcang ala hokkien. Bakcang Hokkien berasal dari Provinsi Fujian, dan banyak ditemukan di komunitas Tionghoa Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Bahan utama:

  • Beras ketan
  • Daging babi
  • Jamur shiitake
  • Udang kering
  • Kacang kastanye
  • Bawang putih
  • Kuning telor asin
  • Kecap asin
  • Daun bambu

Ciri khas:

Bakcang ini dibungkus dengan daun bambu, dan dikenal karena penampilannya yang gelap karena nasi yang dimasak dengan kecap, serta aroma khas dari bumbu ngohiong (five spice). Aromanya sangat harum dan rasanya cenderung gurih dengan sentuhan manis dari proses marinasi daging.


2. Bakcang ala Kanton

Bakcang Kanton berasal dari wilayah Guangdong, Tiongkok Selatan. Varian ini dikenal memiliki ukuran besar, dan isian yang sangat kaya.

Bahan utama:

  • Beras ketan
  • Daging babi berbumbu atau ayam
  • Kuning telur asin
  • Kacang hijau
  • Jamur shiitake
  • Kacang tanah
  • Udang kering
  • Daun bambu

Ciri khas:

Bahan utama yang membedakan bakcang ala kanton adalah isian kacang hijau. Selain itu, nasinya juga dibumbui dengan garam dan minyak bawang putih, bukan kecap asin. Teksturnya sangat lembut dan kaya akan umami, sehingga menjadi salah satu jenis bakcang yang paling populer.


3. Bakcang Nyonya

Bakcang Nyonya merupakan hasil perpaduan budaya Tionghoa dan Melayu yang berkembang di Malaysia, Singapura, dan sebagian Indonesia.

Bahan utama:

  • Beras ketan
  • Daging babi atau ayam
  • Ketumbar
  • Bawang putih
  • Bawang merah
  • Gula batu atau gula aren
  • Kulit jeruk kering
  • Air bunga telang
  • Daun pandan

Ciri khas:

Bakcang nyonya adalah salah satu bakcang yang paling mudah dikenali karena ujungnya yang berwarna biru cerah, yang biasanya dibuat dengan mencelupkannya ke dalam air bunga telang. Rasanya juga lebih manis dan aromanya lebih harum karena dibungkus dengan daun pandan, dan manisan kundur (candied winter melon).


4. Bakcang ala Teochew

Bakcang ala Teochew berasal dari daerah Chaoshan atau Teochew di Provinsi Guangdong. Jenis ini terkenal karena memadukan rasa gurih dan manis dalam satu hidangan.

Bahan utama:

  • Beras ketan
  • Daging perut babi yang dimarinasi
  • Kacang tanah & kastanye
  • Udang kering
  • Pasta kacang merah atau lotus (teratai)
  • Daun bambu

Ciri khas:

Cita rasa gurih dan manis bakcang khas Teochew berasal dari berbagai bahan seperti pasta kacang merah atau pasta teratai, daging perut babi (samcan) berlemak, jamur, dan udang kering. Kacang kastanye juga sering ditambahkan untuk menambah tekstur.


5. Bakcang ala Hakka

Suku Hakka memiliki tradisi kuliner yang terkenal sederhana namun kaya rasa, termasuk dalam pembuatan bakcang.

Bahan utama:

  • Beras ketan
  • Daging babi (samcan)
  • Moi cai (sayur asin manis)
  • Jamur
  • Kacang tanah
  • Bawang merah
  • Daun bambu

Ciri khas:

Dikukus dengan daun bambu, bakcang ala Hakka terdiri dari moi cai (sayuran yang diawetkan), potongan daging perut babi yang juicy, dan jamur yang gurih. Terkadang, bakcang ala Hakka juga diisi dengan berbagai kacang-kacangan.


6. Kee Zhang (Jianshui Zong)

Kee Zhang atau Jianshui Zong, merupakan jenis bakcang tanpa isian yang populer di Tiongkok Selatan dan Asia Tenggara.

Bahan utama:

  • Beras ketan
  • Air abu alkali (lye water)
  • Daun bambu

Ciri khas:

Kee Zhang memiliki warna kuning keemasan yang berasal dari penggunaan air abu alkali. Teksturnya lebih kenyal dan sedikit transparan setelah matang. Biasanya Kee Zhang disajikan dengan madu, gula aren cair, atau selai srikaya. Karena tidak menggunakan isian daging, Kee Zhang sering dijadikan pilihan bagi mereka yang menyukai cemilan ringan dengan rasa manis.


Kesimpulan

Bakcang bukan hanya sekadar ketan yang dibungkus daun bambu. Di balik bentuknya yang khas, terdapat beragam variasi dengan cita rasa dan bahan yang berbeda. Bakcang Kanton dikenal kaya isian, Teochew memadukan rasa manis dan gurih, Hokkien menawarkan rasa yang lebih kuat, Hakka tampil sederhana namun lezat, Nyonya menghadirkan sentuhan Peranakan yang unik, sementara Kee Zhang menjadi pilihan bakcang manis tanpa isian.

Mengenal berbagai jenis bakcang ini dapat membantu Anda lebih menghargai kekayaan tradisi kuliner Tionghoa yang telah berkembang selama ratusan tahun dan menyebar ke berbagai negara di Asia.


FAQ Seputar Bakcang

Beberapa pertanyaan umum seputar bakcang adalah:

Apa jenis bakcang yang paling populer?

Bakcang ala Kanton termasuk yang paling populer karena memiliki isian lengkap dan cita rasa yang kaya.

Apa perbedaan bakcang Nyonya dan bakcang biasa?

Bakcang Nyonya menggunakan rempah-rempah khas Peranakan sehingga rasanya lebih manis dan aromatik. Selain itu, nasinya juga dicelup ke dalam air bunga telang untuk memberikan warna biru khasnya.

Apakah Kee Zhang memiliki isian?

Tidak. Kee Zhang umumnya tidak menggunakan isian, dan disajikan dengan madu, selai srikaya atau gula aren cair.

Mengapa warna Kee Zhang kuning?

Warna kuning kee zhang berasal dari penggunaan air abu alkali, yang dicampurkan ke dalam beras ketan sebelum dimasak.

Apakah semua bakcang menggunakan daging babi?

Tidak. Banyak versi modern menggunakan ayam, jamur, atau bahan lain sesuai preferensi dan kebutuhan diet.

Published : 02/06/2026
Written By : The Healthy Belly

You Might Like

More Post >
Makgeolli: Minuman Beras Tradisional Korea yang Unik dan Kaya Rasa
Continue Reading
Mottainai: Filosofi Jepang untuk Menghargai Makanan dan Mengurangi Pemborosan
Continue Reading
MEET the AUTHOR
The Healthy Belly

Discussion

Top Picks

Apa Itu El Nino: Pengertian, Penyebab, Dampak di Indonesia, dan Cara Menghadapinya
Continue Reading
Kenapa Orang Makin Tua Makin Susah Tidur: Ini Dia Penjelasan Ilmiahnya
Continue Reading
Doomscrolling: Kebiasaan Menggulir Berita Negatif yang Diam-Diam Merusak Kesehatan Mental
Continue Reading
Perbedaan Jjigae, Guk dan Tang dalam Masakan Korea
Continue Reading