Keputihan: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya Secara Alami

Keputihan: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya Secara Alami
Image by Igor Vershinsky

Apa Itu Keputihan?

Keputihan adalah keluarnya cairan dari vagina yang berfungsi menjaga kebersihan, kelembapan, dan keseimbangan lingkungan vagina. Cairan ini membantu membawa keluar sel-sel mati serta menjaga vagina tetap terlindungi dari iritasi dan infeksi.

Keputihan merupakan kondisi yang umum dialami perempuan, terutama selama masa reproduksi. Jumlah, warna, dan tekstur cairan vagina dapat berubah mengikuti siklus menstruasi, kehamilan, penggunaan kontrasepsi hormonal, serta perubahan hormon lainnya.

Meskipun sebagian besar keputihan merupakan kondisi normal, perubahan tertentu dapat menjadi tanda infeksi atau masalah kesehatan yang memerlukan pemeriksaan medis.

 

Ciri-Ciri Keputihan Normal dan Tidak Normal

Mengenali perbedaan keputihan normal dan tidak normal dapat membantu menentukan kapan perlu berkonsultasi dengan dokter.

Ciri-ciri keputihan normal

Keputihan normal umumnya memiliki karakteristik berikut:

  • Berwarna bening atau putih susu
  • Tidak memiliki bau menyengat
  • Teksturnya dapat encer, licin, atau sedikit kental
  • Tidak disertai rasa gatal, nyeri, atau sensasi terbakar
  • Jumlahnya berubah sesuai siklus menstruasi

Menjelang ovulasi, cairan vagina biasanya menjadi lebih bening, licin, dan elastis seperti putih telur. Perubahan ini merupakan bagian normal dari siklus reproduksi.

Ciri-Ciri keputihan tidak normal

Keputihan perlu diwaspadai jika mengalami perubahan yang tidak biasa, terutama apabila disertai gejala lain, seperti:

  • Bau amis atau menyengat
  • Warna kuning kehijauan atau abu-abu
  • Tekstur menggumpal seperti keju disertai rasa gatal
  • Gatal, kemerahan, atau iritasi di sekitar vagina
  • Nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seksual
  • Perdarahan di luar menstruasi

Keputihan yang tidak normal dapat disebabkan oleh infeksi, perubahan keseimbangan bakteri vagina, atau kondisi lain. Namun, warna dan tekstur cairan saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis.


Penyebab Keputihan

Penyebab keputihan bids berasal dari perubahan hormon, kondisi alami vagina, maupun infeksi.

 

1. Perubahan hormon

Perubahan hormon selama siklus menstruasi dapat memengaruhi jumlah dan tekstur cairan vagina. Keputihan juga dapat meningkat saat ovulasi, kehamilan, atau ketika menggunakan kontrasepsi hormonal. Keputihan akibat perubahan hormon umumnya tidak disertai bau menyengat, gatal, atau nyeri.

 

2. Infeksi jamur vagina

Infeksi jamur, terutama akibat Candida, dapat menyebabkan keputihan putih kental yang menyerupai keju. Kondisi ini sering disertai gatal hebat, kemerahan, dan rasa perih di area vagina. Infeksi jamur bukan selalu akibat kurang menjaga kebersihan. Penggunaan antibiotik, perubahan hormon, dan kondisi kesehatan tertentu dapat meningkatkan risikonya.

 

3. Vaginosis bakterialis

Vaginosis bakterialis terjadi ketika keseimbangan bakteri alami di vagina berubah. Gejalanya dapat berupa keputihan tipis berwarna putih keabu-abuan dengan bau amis, yang terkadang lebih terasa setelah berhubungan seksual. Kondisi ini bukan sekadar akibat kebersihan yang buruk dan membutuhkan penanganan yang sesuai.

 

4. Infeksi menular seksual

Beberapa infeksi menular seksual (IMS), seperti trikomoniasis, gonore, dan klamidia, dapat menyebabkan perubahan cairan vagina. Gejalanya dapat meliputi keputihan berwarna tidak biasa, bau menyengat, nyeri saat buang air kecil, atau perdarahan di luar menstruasi. Sebagian infeksi menular seksual tidak menimbulkan gejala yang jelas. Pemeriksaan medis diperlukan jika terdapat risiko paparan.

 

5. Iritasi pada area vagina

Sabun berpewangi, cairan pembersih vagina, semprotan intim, dan produk tertentu dapat menimbulkan iritasi. Penggunaan produk tersebut juga berpotensi mengganggu keseimbangan alami vagina.


Cara Mengatasi Keputihan

Cara mengatasi keputihan harus disesuaikan dengan penyebabnya. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat membantu menjaga kesehatan vagina:

 

1. Jaga kebersihan area intim

Bersihkan bagian luar vagina atau vulva menggunakan air dan, bila diperlukan, sabun lembut tanpa pewangi. Hindari membersihkan bagian dalam vagina dengan cairan khusus atau melakukan douching karena vagina memiliki mekanisme alami untuk menjaga keseimbangannya.

 

2. Gunakan pakaian dalam yang nyaman

Pilih pakaian dalam yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat. Ganti pakaian dalam jika lembap setelah berolahraga atau berkeringat untuk membantu mengurangi iritasi.

 

3. Hindari produk berpewangi

Hindari penggunaan pewangi vagina, sabun keras, dan produk pembersih yang menyebabkan iritasi. Produk tersebut tidak diperlukan untuk menjaga kebersihan vagina.

 

4. Jangan mengonsumsi obat sembarangan

Obat keputihan harus disesuaikan dengan penyebabnya. Infeksi jamur, vaginosis bakterialis, dan infeksi menular seksual membutuhkan penanganan yang berbeda. Hindari menggunakan antibiotik, obat antijamur, atau ramuan tradisional tanpa mengetahui penyebab keluhan. Pengobatan yang tidak tepat dapat menunda diagnosis dan memperburuk masalah.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Keputihan perlu perhatian medis apabila disertai tanda-tanda berikut:

  • Perubahan warna atau bau yang menetap
  • Gatal, bengkak, atau iritasi yang mengganggu
  • Nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seksual
  • Nyeri di perut bagian bawah atau panggul
  • Perdarahan di luar menstruasi atau setelah berhubungan seksual

Pada ibu hamil, keputihan yang disertai bau tidak biasa, gatal, nyeri, perdarahan, atau keluarnya cairan encer terus-menerus perlu diperiksa. Cairan yang merembes terus-menerus dapat menandakan pecahnya ketuban dan membutuhkan evaluasi segera.

Baca juga: Keputihan Saat Hamil: Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

 

Kesimpulan

Keputihan merupakan bagian normal dari kesehatan reproduksi perempuan selama tidak disertai gejala yang mengkhawatirkan. Perubahan hormon dapat memengaruhi warna, tekstur, dan jumlah cairan vagina, tetapi bau menyengat, gatal, nyeri, atau perubahan warna yang tidak biasa dapat mengindikasikan masalah kesehatan.

Menjaga kebersihan area intim, menghindari produk berpewangi, dan tidak menggunakan obat sembarangan merupakan langkah penting. Jika gejala menetap atau disertai keluhan lain, pemeriksaan dokter adalah cara terbaik untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

 

FAQ Keputihan

Beberapa pertanyaan umum seputar keputihan adalah:

Apakah keputihan normal dialami setiap perempuan?

Tidak semua perempuan mengalami keputihan dalam jumlah yang sama, tetapi keluarnya cairan vagina merupakan hal yang umum dan normal pada banyak perempuan selama masa reproduksi.

Apa penyebab keputihan berwarna putih?

Keputihan putih dapat merupakan kondisi normal, terutama jika tidak berbau menyengat dan tidak disertai gatal. Namun, cairan putih kental yang menggumpal disertai gatal dapat mengindikasikan infeksi jamur.

Apakah keputihan berwarna kuning berbahaya?

Keputihan yang tampak sedikit kekuningan saat mengering belum tentu menandakan penyakit. Namun, warna kuning pekat atau kehijauan, terutama jika disertai bau, nyeri, atau gatal, perlu diperiksa oleh dokter.

Bagaimana cara mengatasi keputihan yang berbau?

Keputihan berbau amis atau menyengat dapat berkaitan dengan vaginosis bakterialis atau infeksi lainnya. Penanganannya bergantung pada penyebab, sehingga pemeriksaan medis lebih dianjurkan daripada menggunakan pembersih vagina atau obat secara mandiri.

Apakah keputihan sebelum haid normal?

Ya. Perubahan hormon menjelang menstruasi dapat memengaruhi jumlah dan tekstur cairan vagina. Keputihan sebelum haid umumnya normal jika tidak disertai bau menyengat, gatal, atau nyeri.

Apakah keputihan saat hamil berbahaya?

Keputihan saat hamil sering kali normal karena perubahan hormon. Namun, cairan yang berbau tidak biasa, disertai gatal, nyeri, atau perdarahan perlu diperiksa. Cairan encer yang keluar terus-menerus juga harus segera dievaluasi karena dapat menandakan kebocoran ketuban.

Apakah keputihan bisa sembuh sendiri?

Keputihan normal tidak memerlukan pengobatan. Keputihan akibat iritasi dapat membaik setelah pemicunya dihindari, tetapi keputihan yang disebabkan infeksi mungkin memerlukan obat khusus sesuai hasil pemeriksaan.

Published : 07/12/2023
Written By : The Healthy Belly

You Might Like

More Post >
Vertigo: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, dan Pencegahannya
Continue Reading
Apa Itu Konstipasi (Sembelit): Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Continue Reading
MEET the AUTHOR
The Healthy Belly

Discussion

Top Picks

Buah Pisang: Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatannya
Continue Reading
Tauge: Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatannya
Continue Reading
Kangkung: Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatannya
Continue Reading
Sayur Pakcoy: Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatannya
Continue Reading