Wasir (Ambeien): Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Image by Liudmila Chernetska
Apa Itu Wasir?
Wasir, atau ambeien, adalah kondisi ketika pembuluh darah di sekitar anus dan bagian bawah rektum mengalami pembengkakan atau pelebaran. Wasir cukup umum terjadi dan dapat dialami oleh orang dewasa, terutama mereka yang sering mengalami sembelit atau harus mengejan saat buang air besar (BAB). Wasir dapat menyebabkan rasa nyeri, gatal, tidak nyaman, atau perdarahan saat BAB. Meskipun umumnya bukan kondisi yang berbahaya, gejalanya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Jenis-Jenis Wasir
Berdasarkan lokasinya, wasir terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu:
1. Wasir dalam
Wasir dalam, atau internal hemorrhoids, terjadi di dalam rektum. Kondisi ini biasanya tidak terlihat dari luar dan sering kali tidak menimbulkan rasa sakit. Salah satu gejala yang paling umum adalah perdarahan berwarna merah terang saat BAB. Pada kondisi tertentu, wasir dalam bisa membesar dan menonjol keluar melalui anus.
2. Wasir luar
Wasir luar atau external hemorrhoids berkembang di bawah kulit di sekitar anus. Jenis ini dapat menyebabkan benjolan, gatal, iritasi, dan nyeri. Jika terbentuk gumpalan darah di dalam wasir luar, dapat muncul benjolan yang terasa sangat nyeri dan sensitif.
Gejala Wasir
Gejala wasir bisa berbeda, tergantung jenis dan tingkat keparahannya.
Beberapa gejala yang umum meliputi:
- Darah merah terang pada tisu toilet atau permukaan feses
- Gatal atau iritasi di sekitar anus
- Nyeri atau rasa tidak nyaman, terutama saat duduk
- Benjolan di sekitar anus
- Pembengkakan di area anus
- Perasaan masih ingin BAB setelah buang air besar
- Wasir yang menonjol keluar dari anus
Tidak semua perdarahan dari anus disebabkan oleh wasir. Oleh karena itu, konsultasi dengan Dokter jika perdarahan berulang terjadi, atau penyebabnya tidak diketahui.
Penyebab dan Faktor Risiko Wasir
Wasir bisa terjadi ketika tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus dan rektum meningkat. Salah satu pemicunya adalah mengejan terlalu kuat atau terlalu lama saat BAB. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko wasir adalah:
1. Sembelit kronis
Feses yang keras dapat membuat seseorang harus mengejan lebih kuat saat BAB. Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus.
Baca juga: Apa Itu Konstipasi (Sembelit): Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
2. Diare berkepanjangan
Diare yang berlangsung lama juga dapat menyebabkan iritasi pada area anus dan meningkatkan risiko munculnya wasir.
3. Kurang serat
Pola makan rendah serat dapat menyebabkan feses menjadi lebih keras dan meningkatkan risiko sembelit.
4. Terlalu lama duduk di toilet
Menghabiskan waktu terlalu lama di toilet, terutama sambil menggunakan ponsel, dapat meningkatkan tekanan pada area anus.
5. Kehamilan
Perubahan hormonal dan peningkatan tekanan pada pembuluh darah di area panggul selama kehamilan dapat meningkatkan risiko wasir.
6. Obesitas
Berat badan berlebih, alias obesitas, dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di sekitar panggul dan rektum.
Baca juga: Obesitas: Ketahui Penyebabnya, Dampaknya Bagi Kesehatan, dan Cara Mengatasinya
7. Kurang aktivitas fisik
Gaya hidup yang kurang aktif dapat meningkatkan risiko sembelit dan secara tidak langsung berkontribusi terhadap munculnya wasir.
Cara Mengatasi Wasir
Sebagian besar kasus wasir bisa membaik dengan perubahan gaya hidup dan perawatan sederhana di rumah.
1. Perbanyak asupan serat
Konsumsi makanan kaya serat seperti sayuran, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Serat membantu membuat feses lebih lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan.
2. Cukupi kebutuhan cairan
Cukup air putih setiap hari dapat membantu menjaga feses tetap lunak, terutama jika asupan serat ditingkatkan.
3. Jangan mengejan saat BAB
Hindari mengejan terlalu kuat dan jangan menunda keinginan untuk BAB. Usahakan tidak terlalu lama duduk di toilet.
4. Berendam air hangat
Berendam atau duduk dalam air hangat selama beberapa menit dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman pada area anus.
5. Tetap aktif
Aktivitas fisik secara teratur dapat membantu menjaga pergerakan usus dan mengurangi risiko sembelit.
6. Obat wasir
Beberapa produk yang dijual bebas dapat membantu mengurangi gejala wasir, seperti rasa gatal, nyeri, atau iritasi. Namun, penggunaan obat sebaiknya disesuaikan dengan gejala dan petunjuk penggunaan. Jika gejala tidak membaik, semakin parah, atau sering kambuh, dokter dapat menentukan apakah diperlukan pengobatan lain.
Kapan Harus Menghubungi Dokter?
Segera konsultasi dengan Dokter jika:
- Mengalami perdarahan dari anus yang berulang
- Perdarahan dalam jumlah banyak
- Nyeri luar biasa
- Benjolan yang sangat nyeri
- Perubahan kebiasaan BAB yang menetap
Perdarahan dari anus tidak selalu disebabkan oleh wasir. Kondisi lain pada saluran pencernaan juga dapat menyebabkan gejala serupa sehingga diagnosis yang tepat penting dilakukan, terutama jika perdarahan terus terjadi.
Cara Mencegah Wasir
Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi risiko wasir, adalah:
- Konsumsi makanan tinggi serat
- Cukup minum air putih
- Rutin olahraga
- Hindari mengejan saat BAB
- Jangan menunda keinginan untuk BAB
- Hindari duduk terlalu lama di toilet
- Jaga berat badan tetap sehat
- Hindari kebiasaan duduk terlalu lama tanpa bergerak
Baca juga: Bahaya Duduk Lama Di Toilet Sambil Main HP Bagi Kesehatan
FAQ Seputar Wasir
Beberapa pertanyaan umum mengenai wasir adalah:
Apakah wasir bisa sembuh sendiri?
Wasir ringan sering kali dapat membaik dengan perubahan pola makan, mencukupi cairan, menghindari mengejan, dan menjaga kebiasaan BAB yang sehat. Namun, wasir yang berat atau sering kambuh mungkin membutuhkan penanganan medis.
Apakah wasir bisa menyebabkan BAB berdarah?
Ya. Salah satu gejala wasir, terutama wasir dalam, adalah perdarahan berwarna merah terang saat atau setelah BAB. Namun, perdarahan dari anus juga dapat disebabkan oleh kondisi lain.
Apa makanan yang baik untuk penderita wasir?
Makanan tinggi serat seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh dapat membantu melunakkan feses dan mencegah sembelit.
Apakah duduk terlalu lama menyebabkan wasir?
Duduk terlalu lama, terutama di toilet, dapat meningkatkan tekanan pada area anus dan menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap wasir.
Apakah wasir berbahaya?
Sebagian besar wasir tidak berbahaya. Namun, perdarahan dari anus tidak boleh selalu dianggap sebagai wasir. Jika perdarahan berulang, banyak, atau disertai gejala lain, sebaiknya periksakan ke dokter.
Apakah wasir bisa kambuh?
Ya. Wasir bisa kambuh, terutama jika faktor pemicunya seperti sembelit, mengejan saat BAB, kurang serat, atau kebiasaan duduk terlalu lama masih terjadi.