Dehidrasi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Image by Aleksandr Durnov
Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk. Jika tidak segera ditangani, dehidrasi dapat menyebabkan gangguan keseimbangan elektrolit dan memengaruhi fungsi berbagai organ tubuh.
Dehidrasi dapat dialami siapa saja, tetapi bayi, anak-anak, lansia, serta orang yang sedang mengalami diare, muntah, demam, atau banyak berkeringat memiliki risiko lebih tinggi.
Apa Itu Dehidrasi
Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kekurangan cairan sehingga tidak dapat menjalankan fungsi normalnya secara optimal.
Air dibutuhkan tubuh untuk:
- Mengatur suhu tubuh
- Membantu proses pencernaan
- Menjaga tekanan darah
- Melumasi sendi
- Mendukung fungsi otak
- Menjaga fungsi organ lainnya
Tubuh kehilangan cairan setiap hari melalui urine, keringat, feses, dan pernapasan. Dalam kondisi normal, kehilangan cairan tersebut dapat digantikan dengan minum dan mengonsumsi makanan yang mengandung air.
Namun, ketika kehilangan cairan terlalu banyak atau asupan cairan tidak mencukupi, dehidrasi dapat terjadi.
Penyebab Dehidrasi
Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan adalah:
1. Kurang minum
Tidak cukup minum air merupakan salah satu penyebab dehidrasi yang paling umum. Risiko dapat meningkat ketika cuaca panas, beraktivitas fisik, atau sedang sakit.
2. Diare dan muntah
Diare dan muntah dapat menyebabkan tubuh kehilangan air dan elektrolit dalam jumlah cukup banyak. Kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi dengan cepat, terutama pada bayi dan anak-anak.
Baca juga: Muntaber (Gastroenteritis): Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya di Rumah
3. Banyak berkeringat
Olahraga atau aktivitas fisik berat, terutama dalam cuaca panas, dapat meningkatkan kehilangan cairan melalui keringat.
4. Demam
Saat mengalami demam, tubuh dapat kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat dan peningkatan penguapan dari kulit.
5. Sering buang air kecil
Beberapa kondisi kesehatan dan obat-obatan tertentu dapat menyebabkan peningkatan frekuensi buang air kecil sehingga meningkatkan risiko kekurangan cairan.
6. Konsumsi alkohol
Alkohol dapat meningkatkan produksi urine dan berkontribusi terhadap kehilangan cairan.
Baca juga: Dampak Buruk Alkohol Bagi Kesehatan Tubuh
Gejala Dehidrasi
Gejala dehidrasi berbeda tergantung tingkat keparahannya.
Beberapa gejala umum yang bisa dialami adalah:
- Haus
- Mulut dan bibir kering
- Urine berwarna lebih gelap
- Frekuensi buang air kecil berkurang
- Tubuh terasa lemas
- Sakit kepala
- Pusing
- Kulit terasa kering
- Konsentrasi menurun
- Mudah lelah
Pada dehidrasi yang lebih berat, seseorang dapat mengalami kebingungan, sangat lemas, tekanan darah rendah, denyut jantung cepat, atau bahkan kehilangan kesadaran.
Tanda Dehidrasi Pada Bayi dan Anak
Bayi dan anak-anak bisa mengalami dehidrasi lebih cepat dibandingkan orang dewasa.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan adalah:
- Popok lebih jarang basah
- Tidak mengeluarkan air mata saat menangis
- Mulut atau lidah kering
- Mata terlihat cekung
- Anak menjadi sangat rewel atau justru mengantuk dan lemas
- Kulit terasa lebih kering
Jika bayi atau anak mengalami diare atau muntah berulang dan menunjukkan tanda dehidrasi, segera konsultasi dengan Dokter.
Tingkatan Dehidrasi
Umumnya, dehidrasi dibedakan berdasarkan tingkat keparahannya, yaitu:
1. Dehidrasi ringan
Biasanya ditandai dengan:
- Rasa haus
- Mulut kering
- Urine lebih pekat
- Tubuh terasa lelah
Pada tahap ini, kebutuhan cairan umumnya masih dapat dipenuhi dengan meningkatkan asupan cairan.
2. Dehidrasi sedang
Gejalanya meliputi:
- Pusing
- Lemas
- Berkurangnya frekuensi buang air kecil
- Kulit dan mulut yang semakin kering
3. Dehidrasi berat
Dehidrasi berat merupakan kondisi serius yang membutuhkan pertolongan medis.
Tanda-tandanya meliputi:
- Kebingungan
- Penurunan kesadaran
- Sangat jarang buang air kecil
- Tekanan darah rendah
- Denyut jantung cepat
Cara Mengatasi Dehidrasi
Cara mengatasi dehidrasi bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya.
1. Minum air secara bertahap
Jika dehidrasi masih ringan, minumlah cairan secara perlahan dan teratur. Jangan menunggu sampai merasa sangat haus untuk minum.
2. Gunakan larutan oralit saat diare
Ketika dehidrasi disebabkan oleh diare atau muntah, tubuh tidak hanya kehilangan air tetapi juga elektrolit. Oralit dapat membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang.
Ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan dan gunakan air dengan takaran yang sesuai.
Baca juga: 5 Jenis Elektrolit dan Pentingnya Bagi Kesehatan Tubuh
3. Konsumsi makanan kaya cairan
Selain minuman, beberapa makanan dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan, seperti sup, buah dengan kandungan air tinggi, dan sayuran.
Baca juga: 6 Makanan Yang Dapat Menghidrasi Tubuh Lebih Baik Daripada Air
4. Hindari aktivitas berat sementara
Jika dehidrasi terjadi setelah banyak berkeringat, beristirahatlah di tempat yang sejuk dan hindari aktivitas fisik berat sampai kondisi membaik.
5. Cari pertolongan medis jika berat
Dehidrasi berat mungkin membutuhkan pemberian cairan melalui infus di fasilitas kesehatan.
Kapan Harus ke Dokter
Segera cari pertolongan medis jika dehidrasi disertai:
- Kebingungan atau perubahan kesadaran
- Pingsan
- Tidak mampu minum
- Muntah terus-menerus
- Diare berat atau berkepanjangan
- Sangat jarang atau tidak buang air kecil
- Kelemahan yang berat
- Gejala dehidrasi pada bayi, anak kecil, atau lansia
Dehidrasi akibat diare dan muntah juga perlu mendapat perhatian karena kehilangan cairan dapat berlangsung cepat.
Cara Mencegah Dehidrasi
Beberapa kebiasaan sederhana yang bisa mencegah dehidrasi, adalah:
- Minum secara teratur sepanjang hari
- Tingkatkan asupan cairan saat cuaca panas
- Minum lebih banyak ketika berolahraga atau banyak berkeringat
- Perhatikan warna urine sebagai salah satu indikator hidrasi
- Pastikan anak dan lansia mendapatkan cairan yang cukup
- Saat mengalami diare atau muntah, segera ganti cairan dan elektrolit yang hilang
- Batasi konsumsi alkohol karena dapat meningkatkan kehilangan cairan
Baca juga: 5 Alasan Mengapa Minum Air Putih Di Pagi Hari Saat Perut Kosong Sangat Penting
Berapa Banyak Air Yang Harus diminum Setiap Hari
Menurut Kemenkes, kebutuhan normal minum air putih bagi orang dewasa adalah sekitar 8 gelas, atau kurang lebih 2 liter per hari.
Namun, kebutuhan cairan setiap orang berbeda dan dipengaruhi oleh usia, ukuran tubuh, aktivitas fisik, cuaca, kondisi kesehatan, serta makanan yang dikonsumsi.
Oleh karena itu, tidak semua orang harus mengikuti angka kebutuhan air yang sama. Kebutuhan cairan juga tidak hanya berasal dari air putih, tetapi dapat berasal dari minuman lain dan makanan yang mengandung air.
Pada kondisi tertentu, seperti olahraga berat, cuaca panas, demam, diare, atau muntah, kebutuhan cairan dapat meningkat.
Kesimpulan
Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk. Penyebabnya antara lain kurang minum, diare, muntah, demam, banyak berkeringat, dan kondisi tertentu yang meningkatkan pengeluaran urine.
Gejala dehidrasi dapat berupa haus, mulut kering, urine berwarna gelap, jarang buang air kecil, lemas, pusing, dan sakit kepala. Dehidrasi berat dapat menyebabkan gangguan kesadaran dan membutuhkan penanganan medis.
Menjaga asupan cairan secara teratur, terutama saat cuaca panas, berolahraga, atau sedang sakit, merupakan salah satu cara penting untuk mencegah dehidrasi.
FAQ Dehidrasi
Beberapa pertanyaan umum seputar dehidrasi adalah:
Apa yang dimaksud dengan dehidrasi?
Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang diperoleh sehingga jumlah cairan dalam tubuh menjadi tidak mencukupi.
Apa ciri-ciri tubuh mengalami dehidrasi?
Ciri-ciri dehidrasi antara lain haus, mulut kering, urine berwarna lebih gelap, jarang buang air kecil, lemas, pusing, dan sakit kepala.
Apa penyebab dehidrasi yang paling umum?
Kurang minum, diare, muntah, demam, dan banyak berkeringat merupakan beberapa penyebab dehidrasi yang umum.
Apakah dehidrasi bisa menyebabkan sakit kepala?
Ya. Kekurangan cairan dapat berkontribusi terhadap munculnya sakit kepala pada sebagian orang.
Apakah oralit bisa mengatasi dehidrasi?
Oralit membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang, terutama akibat diare. Penggunaannya harus mengikuti petunjuk pada kemasan.
Kapan dehidrasi berbahaya?
Dehidrasi dapat menjadi berbahaya ketika sudah menyebabkan kebingungan, penurunan kesadaran, pingsan, tidak mampu minum, atau sangat jarang buang air kecil. Kondisi tersebut membutuhkan pertolongan medis segera.