10 Makanan Untuk Meredakan GERD dan Asam Lambung

10 Makanan Untuk Meredakan GERD dan Asam Lambung
Image by champja

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi ketika isi lambung, termasuk asam lambung, berulang kali naik ke kerongkongan. Kondisi ini dapat menyebabkan sensasi terbakar di dada (heartburn), rasa asam di mulut, mual, dan rasa tidak nyaman setelah makan. Salah satu cara untuk meredakan gejala GERD adalah dengan memilih makanan yang sesuai dan mengatur pola makan. Meskipun tidak ada satu jenis makanan yang dapat menyembuhkan GERD, beberapa pilihan makanan cenderung lebih mudah ditoleransi dan dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat.

Baca juga: Apa Itu GERD (Gastroesophageal Reflux Disease): Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

 

Makanan Untuk Meredakan GERD

Berikut adalah beberapa pilihan makanan untuk meredakan gejala GERD:

 

1. Oatmeal

Oatmeal merupakan sumber serat yang dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian dan mendukung kesehatan pencernaan. Kandungan seratnya juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Untuk penderita GERD, oatmeal dapat menjadi pilihan sarapan yang praktis. Sajikan dengan air atau susu rendah lemak jika dapat ditoleransi, dan hindari tambahan cokelat atau bahan lain yang diketahui memicu gejala.

 

2. Pisang

Pisang termasuk buah yang relatif rendah asam dan umumnya mudah ditoleransi oleh banyak orang. Buah ini juga mengandung serat, kalium, dan vitamin B6. Pisang dapat dikonsumsi sebagai camilan atau dicampurkan ke dalam oatmeal. Namun, respons setiap orang terhadap makanan bisa berbeda. Oleh karena itu, perhatikan apakah konsumsi pisang memengaruhi gejala GERD Anda.

 

3. Melon

Melon, seperti melon hijau dan cantaloupe, merupakan pilihan buah dengan tingkat keasaman relatif rendah. Kandungan airnya juga membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Melon dapat dinikmati sebagai camilan segar. Pilih buah utuh dibandingkan jus dengan tambahan gula berlebihan agar asupan gula tetap terkendali.

 

4. Sayur

Sayuran seperti bayam, brokoli, buncis, dan selada dapat menjadi bagian dari pola makan penderita GERD. Sayuran tersebut menyediakan vitamin, mineral, dan serat. Pilih metode memasak seperti mengukus, merebus, atau menumis dengan sedikit minyak. Jika sayuran tertentu menimbulkan kembung atau rasa tidak nyaman, sesuaikan jenis dan porsinya.

 

5. Ikan

Ikan merupakan sumber protein yang baik. Ikan yang dimasak dengan cara dikukus, dipanggang, atau direbus dengan sedikit minyak umumnya menjadi pilihan yang lebih sesuai dibandingkan ikan goreng berlemak tinggi. Cobalah ikan dengan bumbu sederhana, seperti sedikit garam dan rempah yang tidak memicu gejala. Batasi saus pedas atau saus tinggi lemak jika membuat keluhan semakin parah.

 

6. Dada ayam tanpa kulit

Dada ayam tanpa kulit menyediakan protein tanpa kandungan lemak sebanyak potongan ayam berkulit. Makanan tinggi lemak dapat memperburuk gejala GERD pada sebagian orang. Agar lebih ramah bagi lambung, pilih ayam rebus, kukus, atau panggang. Hindari menggorengnya dengan banyak minyak atau menambahkan sambal jika pedas merupakan pemicu gejala.

 

7. Nasi dan sumber karbohidrat sederhana

Nasi, kentang rebus, dan ubi dapat menjadi sumber energi dalam menu sehari-hari. Pilihan ini dapat disajikan bersama protein rendah lemak dan sayuran untuk menghasilkan makanan yang seimbang. Porsi tetap perlu diperhatikan. Makan dalam jumlah terlalu banyak sekaligus dapat meningkatkan tekanan pada lambung dan memicu refluks.

 

8. Roti gandum utuh

Roti gandum utuh mengandung serat yang mendukung kesehatan pencernaan. Roti ini dapat menjadi pilihan sarapan atau camilan dengan tambahan protein rendah lemak. Hindari topping tinggi lemak, seperti mentega dalam jumlah banyak, krim, atau cokelat, apabila bahan tersebut memicu keluhan GERD.

 

9. Pepaya

Pepaya mengandung air, serat, dan vitamin C. Buah ini dapat menjadi bagian dari variasi buah harian bagi penderita GERD yang dapat menoleransinya. Konsumsi pepaya dalam porsi wajar dan amati respons tubuh. Tidak semua buah cocok untuk setiap orang, sehingga pilih buah yang tidak memperburuk gejala.

 

10. Jahe

Jahe sering digunakan sebagai bumbu masakan dan minuman tradisional. Sebagian orang mengonsumsinya untuk membantu mengatasi rasa mual, tetapi bukti bahwa jahe secara langsung meredakan GERD masih terbatas. Jika ingin mencoba, gunakan sedikit jahe dalam masakan atau minuman hangat. Hindari minuman jahe yang terlalu pekat atau ditambah bahan yang memicu gejala.

 

Makanan yang Sebaiknya Dibatasi Oleh Penderita GERD

Selain memilih makanan yang lebih mudah ditoleransi, penderita GERD perlu mengenali makanan dan minuman yang dapat memicu gejala.

Beberapa makanan yang dapat memicu gejala GERD adalah:

  • Makanan tinggi lemak: Gorengan, makanan cepat saji, dan hidangan bersantan kental
  • Makanan pedas: Cabai dan sambal, terutama jika menimbulkan sensasi terbakar
  • Buah dan minuman asam: Jeruk, lemon, serta jus asam pada orang yang sensitif
  • Cokelat dan peppermint: Dapat memperburuk refluks pada sebagian orang
  • Kopi dan minuman berkafein: Dapat menjadi pemicu bagi individu tertentu
  • Minuman beralkohol dan berkarbonasi: Berpotensi memperburuk gejala pada sebagian orang

Tidak semua penderita GERD harus menghindari seluruh makanan tersebut. Catat makanan yang dikonsumsi dan gejala yang muncul untuk membantu mengidentifikasi pemicu pribadi.

 

Tips Pola Makan Agar Gejala GERD Tidak Mudah Kambuh

Pemilihan makanan perlu disertai kebiasaan makan yang tepat.

Beberapa tips pola makan agar gejala GERD tidak mudah kambuh adalah:

  • Makan dengan porsi lebih kecil: Hindari makan dalam jumlah besar sekaligus.
  • Jangan langsung berbaring setelah makan: Beri jeda setidaknya tiga jam sebelum tidur atau berbaring.
  • Makan secara perlahan: Kunyah makanan dengan baik dan hindari makan terburu-buru.
  • Batasi makanan pemicu pribadi: Hindari pantangan yang tidak diperlukan dan fokus pada makanan yang benar-benar memperburuk gejala.
  • Pertahankan berat badan yang sehat: Pada orang dengan berat badan berlebih, penurunan berat badan dapat membantu mengurangi gejala refluks.
  • Tinggikan kepala saat tidur jika mengalami refluks malam hari: Gunakan penyangga yang sesuai agar bagian atas tubuh ikut terangkat.

 

Kapan Penderita GERD Harus ke Dokter

Jika gejala GERD sering berulang, mengganggu tidur, atau tidak membaik dengan perubahan pola makan, konsultasikan dengan dokter. GERD terkadang memerlukan obat dan evaluasi medis, sehingga pengaturan makanan saja belum tentu cukup.

Segera cari pertolongan medis jika mengalami nyeri dada yang baru atau berat, terutama disertai sesak napas, keringat dingin, atau nyeri menjalar ke lengan atau rahang. Kesulitan menelan, muntah darah, dan tinja berwarna hitam juga memerlukan pemeriksaan segera.

 

Kesimpulan

Makanan untuk meredakan GERD dapat mencakup oatmeal, pisang, melon, sayuran hijau, ikan, ayam tanpa kulit, nasi, roti gandum utuh, pepaya, dan jahe dalam jumlah wajar. Pilihan tersebut dapat mendukung pola makan seimbang, tetapi tidak menjamin gejala GERD hilang. Kunci pengelolaan GERD adalah mengenali pemicu pribadi, memilih makanan yang dapat ditoleransi, mengatur porsi makan, dan menghindari berbaring setelah makan. Jika keluhan terus berulang, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Published : 11/12/2023
Written By : The Healthy Belly

You Might Like

More Post >
SAWI PUTIH: KANDUNGAN GIZI DAN MANFAAT KESEHATANNYA
Continue Reading
9 Makanan Pengganti Nasi Yang Baik Bagi Tubuh
Continue Reading
MEET the AUTHOR
The Healthy Belly

Discussion

Top Picks

Campak Pada Bayi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya
Continue Reading
Perbedaan Sakit Maag dan GERD: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Continue Reading
Apa Itu Konstipasi (Sembelit): Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Continue Reading
Diare: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi, dan Pencegahannya
Continue Reading