Glaukoma: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahannya

Glaukoma: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahannya
Image by Prostock-Studio

Apa Itu Glaukoma?

Glaukoma adalah kelompok penyakit mata yang merusak saraf optik, yaitu saraf yang berfungsi mengirimkan informasi visual dari mata ke otak. Kerusakan ini sering berkaitan dengan tekanan di dalam bola mata yang meningkat, meskipun glaukoma juga dapat terjadi ketika tekanan mata berada dalam rentang normal.

Jika tidak ditangani, glaukoma dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen hingga kebutaan. Penyakit ini sering berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas pada tahap awal sehingga banyak orang tidak menyadari kondisinya.

Kerusakan saraf akibat glaukoma umumnya tidak dapat dipulihkan. Oleh karena itu, pemeriksaan mata secara rutin dan penanganan sedini mungkin sangat penting untuk menjaga fungsi penglihatan.

 

Apa Penyebab Glaukoma?

Penyebab glaukoma bergantung pada jenisnya. Salah satu faktor yang paling sering berperan adalah peningkatan tekanan intraokular atau tekanan di dalam bola mata.

Tekanan mata dapat meningkat ketika cairan alami di dalam mata tidak mengalir keluar dengan baik melalui sistem drainase mata. Penumpukan cairan tersebut dapat memberikan tekanan pada saraf optik dan meningkatkan risiko kerusakan.

Namun, tekanan bola mata yang tinggi tidak selalu berarti seseorang mengalami glaukoma. Sebaliknya, sebagian orang dapat mengalami kerusakan saraf optik akibat glaukoma meskipun tekanan matanya tidak tinggi.

Faktor lain yang dapat berperan meliputi faktor genetik, usia, gangguan aliran darah ke saraf optik, cedera mata, serta kondisi medis tertentu.

 

Gejala Glaukoma yang Perlu Diwaspadai

Gejala glaukoma berbeda berdasarkan jenis dan tingkat keparahan penyakit:

 

1. Kehilangan penglihatan samping

Pada glaukoma sudut terbuka, penglihatan samping atau penglihatan perifer biasanya mulai terganggu secara perlahan. Penderita mungkin tidak menyadari perubahan ini sampai kerusakan bertambah parah.

 

2. Penglihatan menyempit

Seiring perkembangan penyakit, lapang pandang dapat semakin menyempit. Dalam kondisi lanjut, penderita mungkin hanya dapat melihat objek yang berada tepat di depan mata.

 

3. Nyeri mata dan sakit kepala mendadak

Pada glaukoma sudut tertutup akut, tekanan mata dapat meningkat dengan cepat. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri mata hebat, sakit kepala, mata merah, dan penglihatan kabur.

Baca juga: Mata Merah: Penyebab, Serta Cara Mengatasi dan Mencegahnya

 

4. Melihat lingkaran pelangi di sekitar cahaya

Sebagian penderita glaukoma sudut tertutup akut dapat melihat lingkaran berwarna seperti pelangi di sekitar lampu atau sumber cahaya.

 

5. Mual dan muntah

Peningkatan tekanan mata secara mendadak dapat disertai mual dan muntah, terutama jika terjadi bersama nyeri mata dan gangguan penglihatan.

 

Jenis-Jenis Glaukoma

Beberapa jenis glaukoma adalah:

 

1. Glaukoma sudut terbuka

Glaukoma sudut terbuka merupakan jenis yang umum terjadi. Sistem drainase mata masih terbuka, tetapi cairan tidak mengalir keluar secara optimal. Penyakit ini biasanya berkembang perlahan dan sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.

 

2. Glaukoma sudut tertutup

Jenis ini terjadi ketika jalur drainase cairan mata terhalang oleh bagian iris. Kondisi akut dapat menyebabkan tekanan mata meningkat dengan cepat dan memerlukan penanganan segera.

Penting: Glaukoma sudut tertutup akut merupakan keadaan darurat medis. Jika mengalami nyeri mata hebat yang muncul tiba-tiba, mata merah, penglihatan menurun, atau mual, segera cari pertolongan medis. Jangan menunggu gejala mereda sendiri.

 

3. Glaukoma tekanan normal

Pada glaukoma tekanan normal, saraf optik mengalami kerusakan meskipun tekanan mata tidak melebihi rentang yang biasanya dianggap normal. Faktor lain, termasuk kerentanan saraf optik dan gangguan aliran darah, dapat berperan.

 

4. Glaukoma sekunder

Glaukoma sekunder terjadi akibat kondisi atau faktor lain, seperti peradangan mata, cedera, penggunaan obat kortikosteroid tertentu, atau penyakit mata lainnya.

 

5. Glaukoma kongenital

Glaukoma kongenital merupakan jenis glaukoma yang terjadi sejak lahir atau pada masa awal kehidupan akibat perkembangan sistem drainase mata yang tidak normal. Gejalanya dapat berupa mata berair berlebihan, sensitif terhadap cahaya, dan kornea yang tampak keruh atau membesar.

 

Siapa yang Berisiko Mengalami Glaukoma?

Glaukoma dapat terjadi pada berbagai kelompok usia, tetapi risiko meningkat pada orang dengan faktor-faktor berikut:

  • Berusia lebih tua, terutama di atas 60 tahun
  • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat glaukoma
  • Memiliki tekanan intraokular tinggi
  • Mengalami rabun jauh atau rabun dekat tertentu
  • Pernah mengalami cedera atau menjalani operasi mata tertentu
  • Memiliki penyakit atau kondisi medis tertentu yang meningkatkan risiko glaukoma
  • Menggunakan kortikosteroid dalam jangka panjang, terutama tanpa pengawasan medis

Memiliki salah satu faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami glaukoma. Namun, faktor tersebut dapat menjadi alasan untuk menjalani pemeriksaan mata lebih teratur sesuai anjuran dokter.

 

Cara Mendiagnosis Glaukoma

Diagnosis glaukoma dilakukan oleh dokter mata melalui pemeriksaan menyeluruh.

Pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi:

  • Pengukuran tekanan bola mata: Untuk mengetahui tekanan intraokular
  • Pemeriksaan saraf optik: Untuk mendeteksi tanda kerusakan saraf
  • Tes lapang pandang: Untuk mengetahui apakah terdapat bagian penglihatan yang mulai hilang
  • Pemeriksaan sudut drainase mata: Untuk membedakan jenis glaukoma
  • Pemeriksaan ketebalan kornea dan pencitraan saraf optik: Sebagai pemeriksaan tambahan sesuai kebutuhan

Pengukuran tekanan mata saja tidak cukup untuk memastikan atau menyingkirkan glaukoma. Dokter akan menilai hasil pemeriksaan secara keseluruhan.

 

Cara Mengobati Glaukoma

Pengobatan glaukoma bertujuan menurunkan tekanan bola mata atau mengendalikan faktor yang berkontribusi terhadap kerusakan saraf optik. Tujuannya adalah memperlambat perkembangan penyakit dan mempertahankan penglihatan yang masih ada.

 

1. Obat tetes mata

Obat tetes mata merupakan salah satu terapi yang sering digunakan. Obat ini dapat mengurangi produksi cairan mata atau membantu memperlancar alirannya. Penggunaannya harus mengikuti petunjuk dokter.

 

2. Obat minum

Pada kondisi tertentu, dokter dapat memberikan obat minum untuk membantu menurunkan tekanan mata. Jenis obat dan durasi penggunaannya disesuaikan dengan kondisi pasien.

 

3. Terapi laser

Prosedur laser dapat membantu memperbaiki aliran cairan mata atau membuka jalur drainase yang terhalang, tergantung pada jenis glaukoma.

 

4. Operasi mata

Operasi dapat dipertimbangkan jika obat dan terapi laser belum cukup mengendalikan tekanan mata. Prosedur yang dipilih bergantung pada jenis dan tingkat keparahan glaukoma. Penderita tidak boleh menghentikan atau mengganti obat glaukoma tanpa berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan meskipun tidak ada keluhan.

 

Apakah Glaukoma Bisa Dicegah?

Tidak semua kasus glaukoma bisa dicegah. Namun, risiko kehilangan penglihatan dapat dikurangi melalui deteksi dini dan penanganan yang tepat.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Melakukan pemeriksaan mata rutin, terutama jika berusia lebih tua atau memiliki riwayat keluarga dengan glaukoma.
  • Mengikuti jadwal kontrol dokter jika telah didiagnosis glaukoma atau memiliki tekanan mata tinggi.
  • Menggunakan obat sesuai petunjuk dokter dan tidak menghentikan terapi secara sepihak.
  • Menghindari penggunaan obat tetes mata yang mengandung steroid tanpa pengawasan medis.
  • Melindungi mata dari cedera saat bekerja atau beraktivitas yang berisiko.
  • Menyampaikan riwayat keluarga dan penggunaan obat kepada dokter mata agar risiko dapat dinilai dengan tepat.

Pola hidup sehat bermanfaat bagi kesehatan secara umum, tetapi tidak dapat menggantikan pemeriksaan mata atau pengobatan glaukoma.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan mata jika mengalami perubahan penglihatan, terutama jika memiliki faktor risiko glaukoma. Jangan menunggu sampai penglihatan terasa sangat terganggu karena kerusakan saraf optik dapat berlangsung tanpa gejala yang jelas.

Jika nyeri mata hebat muncul tiba-tiba disertai mata merah, penglihatan kabur, lingkaran pelangi di sekitar cahaya, sakit kepala, atau mual dan muntah, segera kunjungi instalasi gawat darurat atau dokter mata.

 

Kesimpulan

Glaukoma adalah penyakit mata yang dapat merusak saraf optik dan menyebabkan kehilangan penglihatan permanen. Karena gejalanya sering tidak terlihat pada tahap awal, pemeriksaan mata secara berkala sangat penting, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko.

Meskipun kerusakan saraf optik umumnya tidak dapat dipulihkan, pengobatan yang tepat dapat membantu memperlambat perkembangan glaukoma. Segera cari pertolongan medis jika muncul gejala akut seperti nyeri mata hebat, mata merah, atau penurunan penglihatan mendadak.

 

FAQ Glaukoma

Beberapa pertanyaan umum seputar glaukoma adalah:

Apa itu glaukoma?

Glaukoma adalah kelompok penyakit mata yang merusak saraf optik dan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen jika tidak ditangani.

Apa ciri-ciri glaukoma pada tahap awal?

Glaukoma sudut terbuka sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Sebagian penderita baru menyadari gangguan ketika penglihatan samping mulai berkurang.

Apakah glaukoma bisa menyebabkan kebutaan?

Ya. Glaukoma dapat menyebabkan kebutaan permanen jika kerusakan saraf optik terus berkembang. Diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu mengurangi risiko kehilangan penglihatan lebih lanjut.

Apakah glaukoma bisa disembuhkan?

Kerusakan saraf optik akibat glaukoma umumnya tidak dapat dipulihkan. Namun, pengobatan dapat membantu mengendalikan tekanan mata dan memperlambat perkembangan penyakit.

Apakah tekanan bola mata tinggi selalu berarti glaukoma?

Tidak. Tekanan mata tinggi merupakan salah satu faktor risiko, tetapi diagnosis glaukoma juga mempertimbangkan kondisi saraf optik, lapang pandang, dan hasil pemeriksaan lainnya.

Siapa yang perlu menjalani pemeriksaan glaukoma?

Orang berusia lebih tua, memiliki riwayat keluarga dengan glaukoma, tekanan mata tinggi, atau faktor risiko lain sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mata mengenai jadwal pemeriksaan yang sesuai.

Published : 28/11/2023
Written By : The Healthy Belly

You Might Like

More Post >
Radang Usus Buntu: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya
Continue Reading
Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi): Penyebab, Gejala, dan Mengapa Sangat Penting Untuk Mengelolanya
Continue Reading
MEET the AUTHOR
The Healthy Belly

Discussion

Top Picks

Jambu Air: Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatannya
Continue Reading
Plasenta Akreta: Penyebab, Gejala, dan Penanganan
Continue Reading
Ruam Popok Pada Bayi: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi, dan Pencegahannya
Continue Reading
Virus Respiratory Syncytial (RSV): Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya
Continue Reading