Ensefalokel: Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan

Image by Marcus Chung
Ensefalokel adalah salah satu (neural tube defect) yang terjadi ketika tabung saraf janin tidak menutup dengan sempurna selama awal kehamilan. Akibatnya, terbentuk celah pada tulang tengkorak sehingga sebagian jaringan otak dan selaput otak dapat menonjol keluar membentuk kantung.
Meskipun tergolong langka, ensefalokel merupakan kondisi serius yang membutuhkan penanganan medis segera setelah bayi lahir. Tingkat keparahan sangat bervariasi, tergantung ukuran, lokasi, dan jumlah jaringan otak yang terlibat.
Baca juga: Cacat Tabung Saraf: Penyebab, Gejala, Faktor Risiko, Pencegahan dan Pengobatan
Apa Itu Ensefalokel
Ensefalokel merupakan kelainan bawaan lahir yang ditandai dengan adanya benjolan berbentuk kantung pada kepala bayi.
Kantung tersebut bisa berisi:
- Selaput otak (meninges)
- Cairan serebrospinal
- Jaringan otak
- Kombinasi ketiganya
Kelainan ini biasanya terbentuk pada minggu ke-3 hingga ke-4 kehamilan, yaitu saat tabung saraf sedang berkembang menjadi otak, dan sumsum tulang belakang.
Ensefalokel paling sering muncul pada bagian belakang kepala (oksipital), tetapi juga dapat terjadi di bagian depan kepala atau pangkal hidung.
Jenis-Jenis Ensefalokel
Berdasarkan lokasi munculnya, ensefalokel dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
1. Ensefalokel Oksipital
Ensefalokel oksipital adalah jenis yang paling sering ditemukan. Benjolan muncul di bagian belakang kepala, dan sering kali berkaitan dengan gangguan perkembangan otak.
2. Ensefalokel Frontal
Ensefalokel frontal terjadi pada bagian depan kepala atau dahi. Jenis ini lebih sering ditemukan di beberapa negara Asia Tenggara, dan dapat mempengaruhi bentuk wajah.
3. Ensefalokel Parietal
Benjolan ensefalokel parietal biasa muncul pada bagian atas kepala. Kasusnya relatif lebih jarang dibandingkan tipe lainnya.
4. Ensefalokel Basal
Ensefalokel basal biasanya terjadi pada dasar tengkorak, sehingga benjolan tidak selalu terlihat dari luar. Gejalanya sering berupa gangguan pernapasan, infeksi berulang, atau cairan bening yang keluar dari hidung.
Penyebab Ensefalokel
Hingga kini, penyebab pasti ensefalokel masih belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga merupakan kombinasi antara faktor genetik dan lingkungan.
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko ensefalokel adalah:
- Kekurangan asam folat sebelum dan selama awal kehamilan
- Riwayat keluarga dengan cacat tabung saraf
- Diabetes yang tidak terkontrol pada ibu
- Obesitas sebelum kehamilan
- Penggunaan obat anti kejang tertentu selama kehamilan
- Paparan suhu tubuh yang sangat tinggi pada awal kehamilan, seperti demam tinggi atau penggunaan sauna dalam waktu lama
- Kelainan kromosom tertentu
Baca juga: Pentingnya Asam Folat untuk Ibu Hamil: Kebutuhan Harian dan Sumber Makanannya
Gejala Ensefalokel
Gejala ensefalokel bisa berbeda pada setiap bayi.
Beberapa tanda yang sering ditemukan antara lain:
- Benjolan atau kantung pada kepala
- Ukuran kepala yang tidak normal
- Kejang
- Gangguan penglihatan
- Gangguan pendengaran
- Kesulitan makan
- Keterlambatan perkembangan
- Gangguan keseimbangan
- Kelemahan otot
- Gangguan koordinasi gerak
Pada kasus ringan, bayi dapat berkembang hampir normal setelah menjalani operasi. Sebaliknya, bila jaringan otak yang keluar cukup banyak, komplikasi neurologis akan menjadi lebih berat.
Cara Mendiagnosis Ensefalokel
Umumnya, Dokter akan melakukan serangkaian tes untuk mendiagnosis ensefalokel, yaitu
Selama kehamilan
Banyak kasus ensefalokel dapat dideteksi sebelum bayi lahir melalui:
- USG kehamilan
- MRI janin bila diperlukan
- Pemeriksaan kadar alpha-fetoprotein (AFP) dalam darah ibu atau cairan ketuban
Diagnosis prenatal memungkinkan Dokter merencanakan persalinan dan penanganan segera setelah bayi lahir.
Setelah bayi lahir
Setelah persalinan, Dokter dapat melakukan:
- Pemeriksaan fisik
- CT scan kepala
- MRI otak
- Pemeriksaan neurologis
Pemeriksaan ini membantu menentukan ukuran kelainan dan merencanakan tindakan operasi.
Pengobatan Ensefalokel
Penanganan utama ensefalokel adalah operasi.
Tujuan operasi adalah untuk:
- Mengembalikan jaringan otak bila memungkinkan
- Menutup celah pada tengkorak
- Melindungi otak dari infeksi
- Mengurangi risiko komplikasi
Operasi biasanya dilakukan oleh tim multidisiplin yang terdiri dari ahli bedah saraf, Dokter anak, ahli anestesi, dan spesialis lainnya.
Setelah operasi, beberapa anak mungkin memerlukan:
- Fisioterapi
- Terapi okupasi
- Terapi wicara
- Program stimulasi tumbuh kembang
Komplikasi Ensefalokel
Komplikasi bergantung pada ukuran dan lokasi kelainan.
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi adalah:
- Hidrosefalus
- Meningitis
- Kejang berulang
- Gangguan perkembangan
- Kelumpuhan
- Gangguan penglihatan
- Gangguan belajar
- Disabilitas intelektual
Tidak semua bayi mengalami seluruh komplikasi tersebut. Prognosis setiap anak berbeda.
Cara Mencegah Ensefalokel
Tidak semua kasus ensefalokel dapat dicegah. Namun, risikonya dapat dikurangi dengan menjaga kesehatan sebelum dan selama kehamilan.
Langkah-langkah pencegahan meliputi:
- Mengonsumsi asam folat, minimal 400 mikrogram, setiap hari sejak sebelum hamil
- Mengontrol diabetes sebelum kehamilan
- Menjaga berat badan ideal
- Berkonsultasi dengan Dokter sebelum menghentikan atau mengganti obat tertentu
- Menghindari paparan suhu tubuh yang terlalu tinggi pada trimester pertama
- Menjalani pemeriksaan kehamilan secara rutin
Wanita dengan riwayat kehamilan sebelumnya yang mengalami cacat tabung saraf biasanya memerlukan dosis asam folat yang lebih tinggi, namun harus sesuai anjuran Dokter.
Kapan Harus Konsultasi dengan Dokter
Segera konsultasi dengan Dokter apabila:
- Hasil USG menunjukkan adanya kelainan pada kepala janin
- Bayi lahir dengan benjolan pada kepala
- Bayi mengalami kejang
- Terjadi keterlambatan perkembangan
- Bayi mengalami gangguan makan atau kesulitan bernapas
Diagnosis dan penanganan sedini mungkin dapat meningkatkan peluang hasil yang lebih baik.
Kesimpulan
Ensefalokel adalah kelainan bawaan serius yang terjadi akibat kegagalan penutupan tabung saraf pada awal kehamilan. Kondisi ini menyebabkan sebagian jaringan otak dan selaput otak menonjol melalui celah pada tulang tengkorak.
Deteksi sejak masa kehamilan, operasi yang tepat waktu, serta terapi lanjutan dapat meningkatkan kualitas hidup anak. Selain itu, pemenuhan kebutuhan asam folat sebelum dan selama awal kehamilan merupakan salah satu langkah penting untuk membantu menurunkan risiko terjadinya cacat tabung saraf.
FAQ Seputar Ensefalokel
Beberapa pertanyaan umum mengenai ensefalokel adalah:
Apakah ensefalokel sama dengan spina bifida?
Tidak. Keduanya sama-sama termasuk cacat tabung saraf, tetapi ensefalokel terjadi pada tengkorak dan otak, sedangkan spina bifida terjadi pada tulang belakang dan sumsum tulang belakang.
Apakah ensefalokel dapat diketahui saat hamil?
Ya. Banyak kasus dapat dideteksi melalui pemeriksaan USG selama kehamilan, terutama pada trimester kedua. Bila diperlukan, Dokter dapat menyarankan MRI janin atau pemeriksaan tambahan.
Apakah semua bayi dengan ensefalokel harus menjalani operasi?
Sebagian besar bayi memerlukan operasi untuk menutup celah pada tengkorak dan melindungi jaringan otak. Waktu dan jenis operasi disesuaikan dengan kondisi masing-masing bayi.
Apakah anak dengan ensefalokel dapat tumbuh normal?
Sebagian anak dapat berkembang dengan baik, terutama bila kelainan berukuran kecil dan tidak banyak melibatkan jaringan otak. Namun, beberapa anak memerlukan terapi jangka panjang untuk mengatasi gangguan perkembangan atau neurologis.
Apakah asam folat dapat mencegah ensefalokel?
Asam folat tidak dapat mencegah semua kasus, tetapi penelitian menunjukkan bahwa konsumsi asam folat sebelum hamil dan pada awal kehamilan dapat membantu menurunkan risiko cacat tabung saraf, termasuk ensefalokel.