9 Makanan Tinggi Purin yang Harus Dihindari Penderita Asam Urat

9 Makanan Tinggi Purin yang Harus Dihindari Penderita Asam Urat
Image by piotr_malczyk

Asam urat merupakan salah satu jenis radang sendi yang terjadi akibat penumpukan kristal monosodium urat di dalam persendian. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri hebat, pembengkakan, kemerahan, dan rasa panas pada sendi, terutama di bagian jempol kaki.

Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kadar asam urat dalam tubuh adalah pola makan. Beberapa makanan mengandung purin dalam jumlah tinggi, yaitu senyawa alami yang akan dipecah tubuh menjadi asam urat.

Ketika tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat atau tidak mampu membuangnya secara optimal melalui urine, kadar asam urat dalam darah dapat meningkat. Oleh karena itu, penderita asam urat perlu memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi.

Lantas, apa saja makanan tinggi purin yang harus dihindari atau dibatasi oleh penderita asam urat? Berikut penjelasannya.

Baca juga: Penyakit Asam Urat: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

 

Apa Itu Purin dan Hubungannya dengan Asam Urat?

Purin adalah senyawa alami yang terdapat dalam sel tubuh manusia maupun berbagai jenis makanan. Senyawa ini berperan dalam pembentukan DNA, RNA, serta proses metabolisme energi.

Ketika purin dipecah oleh tubuh, salah satu produk akhirnya adalah asam urat. Dalam kondisi normal, asam urat akan larut dalam darah, kemudian disaring oleh ginjal dan dikeluarkan melalui urine.

Namun, apabila kadar asam urat terlalu tinggi (hiperurisemia), kristal asam urat dapat terbentuk dan menumpuk di persendian. Penumpukan kristal tersebut dapat memicu peradangan yang dikenal sebagai gout atau penyakit asam urat.

Mengonsumsi makanan tinggi purin secara berlebihan dapat meningkatkan kadar asam urat, sehingga pengaturan pola makan menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan penyakit ini.

 

Makanan Tinggi Purin yang Harus Dihindari Penderita Asam Urat

Tidak semua makanan yang mengandung purin harus dihindari sepenuhnya. Namun, makanan dengan kandungan purin tinggi, terutama yang berasal dari hewan, sebaiknya dibatasi karena dapat meningkatkan risiko serangan asam urat. Berikut adalah beberapa jenis makanan yang perlu diperhatikan:

 

1. Jeroan

Jeroan merupakan salah satu kelompok makanan dengan kandungan purin yang sangat tinggi.

Beberapa contohnya:

  • Hati sapi dan hati ayam
  • Ginjal sapi
  • Babat
  • Usus
  • Ampela
  • Otak
  • Jantung

Konsumsi jeroan dapat meningkatkan asupan purin secara signifikan. Oleh karena itu, penderita asam urat sebaiknya menghindari atau sangat membatasi makanan ini.

Baca juga: Bahaya Makan Jeroan Berlebihan: 5 Risiko bagi Kesehatan


2. Daging merah

Daging merah seperti daging sapi, kambing, dan babi mengandung purin yang relatif tinggi. Mengonsumsi daging merah dalam jumlah besar atau terlalu sering dapat meningkatkan kadar asam urat dan risiko serangan gout. Penderita asam urat sebaiknya membatasi konsumsi daging merah dan memilih sumber protein alternatif, seperti telur atau produk susu rendah lemak.

 

3. Seafood

Beberapa jenis seafood yang tinggi purin adalah:

  • Ikan sarden, teri, makarel, tuna, trout
  • Kerang
  • Udang
  • Kepiting
  • Lobster

Meskipun ikan mengandung protein dan asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan, beberapa jenis ubu memiliki kandungan purin yang cukup tinggi, sehingga dapat memicu serangan asam urat pada orang yang rentan.

Ikan teri, terutama teri kering, memerlukan perhatian khusus karena sering digunakan sebagai campuran sambal, tumisan, atau pelengkap berbagai hidangan. Ikan teri merupakan salah satu makanan yang perlu dibatasi oleh penderita asam urat.

Baca juga: Bahaya Makan Seafood Terlalu Banyak Bagi Kesehatan Tubuh

 

4. Daging bebek

Daging bebek termasuk sumber protein hewani yang mengandung purin cukup tinggi. Oleh karena itu, penderita asam urat sebaiknya membatasi konsumsi daging angsa dan memilih sumber protein lain yang lebih rendah purin.

 

5. Ekstrak daging atau kaldu pekat

Kaldu daging pekat, ekstrak daging, dan kuah hasil rebusan daging dalam jumlah besar, bisa mengandung senyawa purin yang berasal dari daging.

Beberapa contohnya:

  • Kaldu pekat yang dibuat dari sapi, ikan, udang, kerang, atau seafood lainnya
  • Kuah rebusan tulang dan daging
  • Ekstrak daging
  • Konsentrat kaldu
  • Saus atau gravy berbahan dasar ekstrak daging

Penderita asam urat sebaiknya membatasi konsumsi sup atau kuah seafood yang sangat pekat, terutama jika dibuat dari bahan hewani yang tinggi purin.

 

6. Daging olahan

Daging olahan seperti sosis, ham, bacon, dan kornet sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering. Selain mengandung purin, produk-produk ini umumnya tinggi natrium dan lemak jenuh, sehingga mengonsumsinya berlebihan juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan lain, terutama penyakit kardiovaskular.

Baca juga: Bahaya Konsumsi Sosis Berlebihan Bagi Kesehatan

 

Minuman dan Makanan Lainnya Yang Perlu Dibatasi Penderita Asam Urat

Selain makanan tinggi purin, ada beberapa jenis minuman dan makanan yang dapat meningkatkan risiko serangan asam urat meskipun tidak semuanya mengandung purin tinggi, yaitu:

 

1. Minuman alkohol

Minuman beralkohol, terutama bir dan minuman keras, dapat meningkatkan risiko serangan gout. Alkohol dapat mengganggu proses pembuangan asam urat melalui ginjal. Bir juga mengandung purin yang berasal dari ragi. Oleh karena itu, penderita asam urat dianjurkan untuk membatasi konsumsi alkohol, bahkan sebaiknya menghindarinya.

Baca juga: Dampak Buruk Alkohol Bagi Kesehatan Tubuh

 

2. Minuman manis dan soda

Minuman bersoda, minuman kemasan, serta minuman dengan tambahan gula tinggi perlu dibatasi. Minuman yang mengandung fruktosa dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan produksi asam urat di dalam tubuh.

Beberapa contohnya:

  • Soda dengan pemanis gula
  • Minuman energi dengan tambahan gula
  • Teh kemasan manis
  • Minuman sirup
  • Jus buah dengan tambahan gula

 

3. Makanan tinggi gula

Makanan seperti permen, kue, donat, dan dessert dengan kandungan gula tinggi sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan. Makanan tersebut dapat menyumbang asupan gula dan kalori yang berlebihan, sehingga berpotensi meningkatkan risiko obesitas dan gangguan metabolisme yang berkaitan dengan penyakit asam urat.

 

Apakah Semua Sayuran Tinggi Purin Harus Dihindari?

Tidak. Beberapa sayuran, seperti bayam, asparagus, brokoli, dan kembang kol, memang mengandung purin.

Namun, purin yang berasal dari tumbuhan tidak menunjukkan hubungan peningkatan risiko gout yang sama dengan purin dari sumber hewani.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi sayuran tinggi purin tidak secara signifikan meningkatkan risiko hiperurisemia maupun serangan gout.

Oleh karena itu, penderita asam urat tidak perlu menghindari sayuran tersebut. Justru, sayuran tetap penting sebagai bagian dari pola makan sehat karena mengandung serat, vitamin, mineral, dan antioksidan.

Baca juga: Asparagus: Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatannya

 

Makanan yang Aman dan Dianjurkan untuk Penderita Asam Urat

Untuk membantu mengontrol kadar asam urat, penderita gout dapat memilih makanan dengan kandungan purin lebih rendah dan nutrisi seimbang.

Berikut adalah beberapa pilihan yang dapat dimasukkan ke dalam pola makan sehari-hari:

  • Telur: Mengandung protein berkualitas tinggi dan relatif rendah purin
  • Susu rendah lemak: Produk susu rendah lemak dapat membantu menurunkan risiko gout
  • Yogurt rendah lemak: Dapat menjadi alternatif camilan yang mengandung protein dan kalsium
  • Buah-buahan segar: Seperti apel, jeruk, stroberi, dan pisang
  • Sayuran: Seperti wortel, mentimun, brokoli, dan bayam
  • Biji-bijian utuh: Seperti oatmeal, beras merah, dan roti gandum
  • Tahu dan tempe: Sumber protein nabati yang dapat menjadi alternatif daging
  • Air putih: Membantu menjaga hidrasi dan mendukung proses pembuangan asam urat melalui urine

Pola makan sehat seperti diet DASH juga dapat menjadi pilihan karena mengutamakan buah, sayuran, biji-bijian utuh, dan produk susu rendah lemak.

Baca juga: Tempe: Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatannya


Tips Mengatur Pola Makan untuk Penderita Asam Urat

Selain menghindari makanan tinggi purin, beberapa kebiasaan berikut dapat membantu mengontrol kadar asam urat dan mengurangi risiko serangan gout:

 

1. Perhatikan porsi makanan

Mengatur porsi makanan sama pentingnya dengan memilih jenis makanan. Batasi konsumsi daging merah dan seafood, serta hindari mengonsumsi berbagai makanan tinggi purin dalam satu waktu.

 

2. Banyak minum air putih

Pastikan kebutuhan cairan harian terpenuhi. Air putih membantu ginjal membuang zat sisa metabolisme, termasuk asam urat, melalui urine. Namun, penderita penyakit ginjal atau jantung yang memiliki pembatasan cairan perlu mengikuti anjuran dokter.

 

3. Jaga berat badan

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko hiperurisemia dan gout. Menurunkan berat badan secara bertahap melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik dapat membantu mengontrol kadar asam urat. Hindari diet ekstrem atau penurunan berat badan terlalu cepat karena justru dapat memicu peningkatan kadar asam urat.

Baca juga: 10 Tips Untuk Kembali Berolahraga Setelah Lama Absen

 

4. Batasi minuman manis dan alkohol

Kurangi konsumsi minuman dengan tambahan gula, terutama yang mengandung sirup jagung tinggi fruktosa. Hindari alkohol, khususnya bir dan minuman keras.

 

5. Makan makanan bergizi

Jangan hanya berfokus pada pembatasan purin. Pastikan tubuh tetap mendapatkan protein, serat, vitamin, dan mineral yang cukup melalui makanan bergizi seimbang. Perubahan pola makan dapat membantu mengelola gout, tetapi tidak selalu cukup untuk mengontrol kadar asam urat. Penderita asam urat mungkin tetap membutuhkan obat penurun asam urat sesuai anjuran dokter.

 

Kesimpulan

Makanan tinggi purin, seperti jeroan, daging merah, ikan teri, sarden, kerang, udang, dan beberapa jenis seafood, perlu dibatasi oleh penderita asam urat. Selain itu, konsumsi alkohol dan minuman tinggi gula juga perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko serangan gout.

Namun, bukan berarti penderita asam urat harus menghindari semua makanan yang mengandung purin. Sayuran seperti bayam dan brokoli serta sumber protein nabati seperti tahu dan tempe tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.

Dengan mengatur pola makan, menjaga berat badan, mencukupi kebutuhan cairan, dan mengikuti pengobatan yang dianjurkan dokter, kadar asam urat dapat dikontrol dengan lebih baik.

 

FAQ Makanan Tinggi Purin dan Asam Urat

Beberapa pertanyaan umum seputar makanan tinggi purin dan asam urat adalah:

Apa saja makanan yang paling tinggi purin?

Beberapa makanan dengan kandungan purin tinggi meliputi jeroan, seperti hati dan ginjal, ikan teri, sarden, kerang, serta beberapa jenis seafood. Daging merah juga perlu dibatasi oleh penderita asam urat.

Apakah penderita asam urat boleh makan telur?

Ya. Telur relatif rendah purin sehingga dapat menjadi salah satu pilihan sumber protein bagi penderita asam urat.

Apakah bayam menyebabkan asam urat naik?

Tidak ada bukti kuat bahwa konsumsi bayam meningkatkan risiko gout. Meskipun mengandung purin, purin dari sayuran tidak memiliki efek yang sama dengan purin dari daging dan seafood. Penderita asam urat tetap boleh mengonsumsi bayam dalam jumlah wajar.

Apakah penderita asam urat boleh makan tempe dan tahu?

Ya. Tahu dan tempe merupakan sumber protein nabati yang dapat dikonsumsi oleh penderita asam urat. Purin dari tumbuhan tidak terbukti meningkatkan risiko gout dengan cara yang sama seperti purin dari sumber hewani.

Apakah ayam boleh dikonsumsi penderita asam urat?

Ayam dapat dikonsumsi dalam porsi yang wajar. Meskipun mengandung purin, ayam tidak harus dihindari sepenuhnya. Sebaiknya pilih bagian daging tanpa kulit dan hindari konsumsi berlebihan, terutama bagian jeroannya.

Apakah asam urat bisa sembuh hanya dengan menghindari makanan tinggi purin?

Tidak selalu. Mengatur pola makan dapat membantu mengurangi risiko serangan gout, tetapi kadar asam urat juga dipengaruhi faktor genetik, fungsi ginjal, berat badan, dan kondisi kesehatan lainnya. Sebagian penderita membutuhkan obat untuk menurunkan kadar asam urat dan mencegah pembentukan kristal di persendian.

Published : 15/11/2023
Written By : The Healthy Belly

You Might Like

More Post >
DAGING BABI - KANDUNGAN GIZI DAN MANFAAT KESEHATANNYA
Continue Reading
9 MAKANAN YANG SERING DIANGGAP SEHAT, NAMUN SEBETULNYA BERDAMPAK BURUK BAGI KESEHATAN TUBUH
Continue Reading
MEET the AUTHOR
The Healthy Belly

Discussion

Top Picks

Salmonella: Apa Penyebabnya dan Gejala Apa Saja Yang Bisa Dialami Jika Seseorang Terinfeksi
Continue Reading
7 Bakteri Penyebab Keracunan Makanan dan Sumbernya
Continue Reading
Rematik: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Continue Reading
Escherichia Coli (E. Coli): Penyebab, Gejala, Penularan, dan Pencegahan
Continue Reading