Terong: Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatannya

Terong: Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatannya
Image by TheHealthyBelly

Terong merupakan salah satu jenis sayuran yang mudah ditemukan dan diolah menjadi berbagai hidangan. Sayuran yang memiliki warna ungu khas ini tidak hanya lezat, tetapi juga mengandung beragam nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Terong kaya akan serat, vitamin, mineral, serta senyawa antioksidan yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan. Selain itu, terong tergolong rendah kalori sehingga dapat menjadi pilihan makanan yang baik untuk mendukung pola makan sehat.

Lantas, apa saja manfaat kesehatan terong? Berikut penjelasannya.

 

Kandungan Gizi Terong

Menurut United States Department of Agriculture (USDA), setiap ± 80 gram terong mengandung:

Kalori: 20,5 kkal
Lemak: 0,1 gram
Sodium: 1,6 miligram
Karbohidrat: 4,8 gram
Serat: 2,4 gram
Gula: 2,9 gram
Protein: 0,8 gram
Mangan: 0,2 miligram
Kalium: 188 miligram

 

Manfaat Kesehatan Terong

Berikut adalah manfaat terong bagi kesehatan tubuh:

 

1. Bantu jaga kesehatan jantung

Terong mengandung serat, kalium, dan berbagai senyawa antioksidan yang dapat mendukung kesehatan jantung.

Serat membantu mengurangi penyerapan kolesterol di dalam saluran pencernaan. Dengan demikian, konsumsi makanan kaya serat dapat membantu menjaga kadar kolesterol darah tetap sehat.

Sementara itu, kalium berperan dalam mengatur tekanan darah dengan membantu menyeimbangkan kadar natrium di dalam tubuh.

Kandungan antioksidan dalam terong juga membantu melindungi sel-sel tubuh dari stres oksidatif yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan penyakit kardiovaskular.

Baca juga: Serat: Pentingnya Bagi Kesehatan Tubuh dan Kebutuhan Hariannya

 

2. Melancarkan pencernaan

Terong merupakan sumber serat pangan yang baik untuk mendukung kesehatan sistem pencernaan.

Serat membantu menambah volume tinja dan memperlancar pergerakan usus. Hal ini dapat membantu mencegah sembelit dan menjaga keteraturan buang air besar.

Selain itu, serat juga berperan sebagai sumber makanan bagi bakteri baik di dalam usus. Keseimbangan mikrobiota usus yang sehat penting untuk mendukung fungsi pencernaan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

 

3. Bantu jaga kadar gula darah

Terong dapat menjadi pilihan sayuran yang baik bagi orang yang ingin menjaga kadar gula darah.

Kandungan serat di dalamnya membantu memperlambat proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat. Hal ini dapat membantu mengurangi peningkatan gula darah setelah makan.

Terong juga relatif rendah karbohidrat dan kalori dibandingkan banyak sumber makanan lainnya.

Meskipun demikian, manfaat ini tidak berarti terong dapat digunakan sebagai pengganti pengobatan diabetes. Pengaturan pola makan secara keseluruhan tetap menjadi bagian penting dalam mengontrol kadar gula darah.

 

4. Kaya akan antioksidan

Salah satu keunggulan terong adalah kandungan antioksidannya yang beragam.

Terong ungu mengandung antosianin, yaitu pigmen alami yang memberikan warna ungu pada kulitnya. Salah satu jenis antosianin yang ditemukan pada terong adalah nasunin.

Nasunin memiliki aktivitas antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

Selain itu, terong juga mengandung asam klorogenat, senyawa polifenol yang memiliki sifat antioksidan dan berpotensi membantu mengurangi peradangan.

Untuk mendapatkan manfaat antioksidan tersebut, kulit terong ungu sebaiknya tidak dikupas jika kondisinya masih baik dan sudah dicuci bersih.

 

5. Bantu jaga berat badan

Terong dapat menjadi bagian dari menu makanan sehat bagi orang yang ingin menjaga atau menurunkan berat badan.

Sayuran ini rendah kalori, tetapi mengandung cukup banyak air dan serat. Kombinasi tersebut dapat membuat tubuh terasa kenyang lebih lama tanpa menambahkan terlalu banyak kalori ke dalam makanan.

Mengganti sebagian bahan makanan berkalori tinggi dengan sayuran seperti terong juga dapat membantu mengurangi asupan kalori harian.

Namun, cara pengolahannya perlu diperhatikan. Terong yang digoreng dapat menyerap cukup banyak minyak sehingga kandungan kalorinya meningkat.

 

6. Mendukung kesehatan otak

Terong mengandung nasunin, salah satu jenis antosianin yang memiliki aktivitas antioksidan.

Dalam penelitian laboratorium, nasunin diketahui dapat membantu melindungi membran sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Senyawa ini juga telah diteliti karena potensinya dalam melindungi sel-sel saraf.

Stres oksidatif diketahui berperan dalam proses penuaan dan perkembangan berbagai gangguan neurodegeneratif.

Meskipun demikian, bukti mengenai manfaat langsung konsumsi terong terhadap fungsi otak manusia masih terbatas. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efek tersebut.

 

7. Mendukung kesehatan tulang

Terong mengandung sejumlah mineral yang berperan dalam menjaga kesehatan tulang, seperti kalium, magnesium, dan mangan.

Magnesium membantu mendukung pembentukan dan pemeliharaan struktur tulang. Sementara itu, mangan berperan dalam proses pembentukan jaringan ikat dan metabolisme tulang.

Meskipun kandungan mineral dalam terong tidak terlalu tinggi, sayuran ini dapat melengkapi asupan nutrisi dari makanan lain yang lebih kaya kalsium, vitamin D, dan protein.

Baca juga: Pentingnya Kalium Bagi Kesehatan Tubuh

 

8. Membantu jaga kesehatan kulit

Kandungan antioksidan dalam terong berpotensi mendukung kesehatan kulit dengan membantu melindungi sel dari stres oksidatif.

Radikal bebas yang berasal dari paparan sinar ultraviolet dan polusi dapat berkontribusi terhadap kerusakan sel kulit serta tanda-tanda penuaan dini.

Antioksidan seperti antosianin dan asam klorogenat membantu melawan efek radikal bebas tersebut.

Selain itu, kandungan air dalam terong turut berkontribusi terhadap asupan cairan harian. Namun, mengonsumsi terong saja tidak cukup untuk mencegah penuaan kulit. Perlindungan kulit tetap membutuhkan pola makan seimbang, hidrasi yang cukup, dan penggunaan tabir surya.

 

Berbagai Cara Sehat untuk Mengonsumsi Terong

Terong merupakan sayuran serbaguna yang dapat diolah menjadi berbagai hidangan. Agar manfaat nutrisinya tetap optimal, pilih metode memasak yang tidak menggunakan terlalu banyak minyak.

Berikut beberapa cara sehat untuk menikmati terong:

  • Terong panggang: Potong terong menjadi beberapa bagian, tambahkan sedikit minyak zaitun dan bumbu, kemudian panggang hingga lunak
  • Terong kukus: Kukus terong hingga matang dan sajikan dengan saus atau bumbu pilihan
  • Tumis terong: Tumis terong bersama bawang putih, bawang bombai, dan sayuran lainnya menggunakan sedikit minyak
  • Sup terong: Tambahkan potongan terong ke dalam sup sayuran untuk meningkatkan kandungan serat
  • Terong bakar: Bakar terong hingga matang, kemudian sajikan dengan sambal atau bumbu pelengkap

Mengolah terong dengan cara dipanggang, dikukus, atau ditumis menggunakan sedikit minyak dapat membantu menghindari tambahan kalori yang berlebihan.

RESEP TERONG BALADORESEP TERONG TUMIS SAUS TIRAM

Lihat juga: Resep Masakan Terong Enak dan Mudah

 

Apakah Terong Aman Dikonsumsi Oleh Semua Orang?

Secara umum, terong aman dikonsumsi oleh sebagian besar orang sebagai bagian dari pola makan seimbang. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Alergi terong: Meskipun jarang terjadi, sebagian orang dapat mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi terong. Gejalanya dapat berupa gatal, ruam, pembengkakan, atau gangguan pencernaan.

Sensitivitas terhadap makanan kelompok nightshade: Terong termasuk dalam keluarga Solanaceae atau nightshade, bersama tomat, kentang, dan paprika. Orang yang memiliki sensitivitas terhadap kelompok makanan ini mungkin perlu memperhatikan reaksi tubuh setelah mengonsumsinya.

Kandungan solanin dan senyawa terkait: Terong mengandung sejumlah kecil glikoalkaloid alami. Konsumsinya dalam jumlah wajar umumnya aman, tetapi sebaiknya hindari terong yang sudah membusuk atau tidak layak konsumsi.

Jika mengalami reaksi alergi berat, seperti kesulitan bernapas atau pembengkakan pada tenggorokan, segera cari pertolongan medis.

 

Kesimpulan

Terong merupakan sayuran rendah kalori yang kaya akan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Berbagai kandungan tersebut membuat terong berpotensi membantu menjaga kesehatan jantung, melancarkan pencernaan, mendukung pengendalian gula darah, serta melindungi sel tubuh dari stres oksidatif.

Untuk mendapatkan manfaatnya, konsumsi terong sebagai bagian dari pola makan seimbang dan pilih metode pengolahan yang sehat, seperti dikukus, dipanggang, atau ditumis dengan sedikit minyak.

 

FAQ Terong

Beberapa pertanyaan umum seputar terong adalah:

Apakah terong baik untuk penderita diabetes?

Ya. Terong relatif rendah kalori dan mengandung serat yang dapat membantu memperlambat penyerapan karbohidrat. Namun, penderita diabetes tetap perlu memperhatikan pola makan secara keseluruhan dan cara pengolahan terong.

Apakah kulit terong boleh dimakan?

Ya. Kulit terong, terutama terong ungu, mengandung antosianin seperti nasunin yang memiliki aktivitas antioksidan. Pastikan terong dicuci bersih sebelum diolah.

Apakah terong bisa bantu mengurangi berat badan?

Terong dapat mendukung pengelolaan berat badan karena rendah kalori dan mengandung serat serta air yang membantu memberikan rasa kenyang. Namun, penurunan berat badan tetap bergantung pada keseimbangan asupan dan pengeluaran kalori.

Lebih sehat terong digoreng atau dikukus?

Terong kukus umumnya menjadi pilihan yang lebih rendah kalori karena tidak membutuhkan tambahan minyak. Terong panggang dan tumis dengan sedikit minyak juga dapat menjadi alternatif yang sehat.

Published : 24/05/2022
Written By : The Healthy Belly

You Might Like

More Post >
MANFAAT & RISIKO KESEHATAN KURMA MEDJOOL
Continue Reading
Goji Berry: Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatannya
Continue Reading
MEET the AUTHOR
The Healthy Belly

Discussion

Top Picks

Rematik: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Continue Reading
Escherichia Coli (E. Coli): Penyebab, Gejala, Penularan, dan Pencegahan
Continue Reading
Bahaya Asap Karhutla Bagi Kesehatan dan Cara Melindungi Diri
Continue Reading
BAB Berdarah: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Continue Reading